JAKARTA. Dalam 15 tahun ke depan, investasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia diperkirakan sekitar US$ 154 miliar. Sedangkan kebutuhan pembangunan jaringan telekomunikasi fiber optic sebesar 5,4 juta homepass per tahun. Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT. Voksel Electric,Tbk sebagai pabrikan utama kabel power dan telekomunikasi terus menggenjot kapasitas produksi. Untuk kabel power aluminium sekitar 6,000 ton per bulan, power cable – copper 2,000 ton per bulan. Sedangkan kabel fiber optik, Voksel mampu menyerap pemakaian fiber core sebanyak 150.000 sckm per bulan. Saat ini segmentasi pasar power kabel Voksel terbesar adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN), beberapa perusahaan BUMN dan kontraktor swasta baik lokal maupun internasional. Sedangkan di pasar ritel, Voksel menguasai sekitar 30%-40 %.
Kuasai pasar 30%-40%, Voksel terus genjot produksi
JAKARTA. Dalam 15 tahun ke depan, investasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia diperkirakan sekitar US$ 154 miliar. Sedangkan kebutuhan pembangunan jaringan telekomunikasi fiber optic sebesar 5,4 juta homepass per tahun. Berangkat dari kebutuhan tersebut, PT. Voksel Electric,Tbk sebagai pabrikan utama kabel power dan telekomunikasi terus menggenjot kapasitas produksi. Untuk kabel power aluminium sekitar 6,000 ton per bulan, power cable – copper 2,000 ton per bulan. Sedangkan kabel fiber optik, Voksel mampu menyerap pemakaian fiber core sebanyak 150.000 sckm per bulan. Saat ini segmentasi pasar power kabel Voksel terbesar adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN), beberapa perusahaan BUMN dan kontraktor swasta baik lokal maupun internasional. Sedangkan di pasar ritel, Voksel menguasai sekitar 30%-40 %.