MOMSMONEY.ID - Selain diare, kucing juga dapat mengalami masalah pencernaan lain seperti konstipasi atau sembelit. Ketika konstipasi terjadi, feses terhenti lebih lama dari biasanya di usus besar atau rektum. Akibatnya, feses menjadi lebih kering dan lebih keras. Kucing yang mengalami sembelit akan mengejan saat berusaha buang air besar dan ini dapat menyebabkan sakit perut, serta masalah lain. Dilansir dari Pawlicy, secara umum, kucing yang sehat tidak mengalami sembelit. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kucing senior, kucing gemuk (yang tidak dapat merawat bagian belakangnya), dan kucing dengan masalah medis yang mendasarinya. Namun, ini tetap perlu diwaspadai bila terjadi pada kucing normal. Untuk menghindari keparahan dari masalah sembelit, Anda perlu mengetahui tanda-tanda dan penyebab sembelit pada kucing.
- Kotoran kecil seperti pelet.
- Bentuk lebih keras daripada biasanya.
- Kunjungan berulang ke kotak kotoran, tetapi tidak menghasilkan apa pun.
- Kehilangan nafsu makan.
- Mengejan saat buang air besar.
- Feses berdarah atau berlendir.
- Mengeong keras sebagai bentuk tangis kesakitan.
- Kelesuan.
- Penurunan berat badan.
- Kucing yang mengalami sembelit mungkin juga memiliki perut yang mengeras, buncit, dan tidak mau berbaring tengkurap.
- Dehidrasi.
- Diet rendah serat.
- Hairball atau perawatan berlebih.
- Kegemukan.
- Metabolisme rendah.
- Efek samping penggunaan obat.
- Menelan benda asing yang tidak tercerna.
- Penyakit kelenjar anal.
- Infeksi usus atau perut.
- Gangguan neurologis.
- Kantung dubur yang membesar atau abses.
- Tumor usus atau perut.
- Megakolon idiopatik, yakni penyakit di mana usus besar kehilangan motilitas normalnya dan menjadi semakin besar. Saat penyakitnya semakin buruk, kucing bisa kehilangan kemampuan untuk buang air besar sama sekali.