Kucurkan Rp 2 T, Danantara Bisa Jadi Pemilik Saham Bakrie, Investor Pilih Beli/Jual?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk ([VKTR), salah satu perusahaan keluarga Bakrie berpotensi mendapatkan pendanaan hingga Rp 2 triliun dari PT Danantara Investment Management (DIM). Pendanaan ini untuk mendukung penguatan kendaraan listrik. Lalu, apakah saham VKTR semakin layak dibeli?

Rencana pendanaan dilakukan melalui penandatanganan indicative non-binding term sheet pada 28 Agustus 2026. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) turut terlibat dalam kesepakatan tersebut sebagai penanggung.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, pendanaan indikatif tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis mobility-as-a-service (MaaS), termasuk pengadaan bus listrik dan truk listrik.


Danantara menegaskan bahwa term sheet tersebut masih merupakan kerangka awal untuk menjajaki kolaborasi investasi strategis. Realisasi investasi masih bergantung pada proses uji tuntas dan penyusunan perjanjian definitif. 

Term sheet tersebut juga mencakup hak opsi konversi yang dapat mengubah struktur kepemilikan di masa depan.

Tonton: Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI 2026–2031, Gantikan Perry Warjiyo

Prospek saham VKTR

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai rencana pendanaan tersebut dapat menjadi katalis positif bagi kinerja VKTR apabila terealisasi.

Menurut Nafan, tambahan kapasitas pendanaan dapat membantu VKTR memperbesar pengadaan bus dan truk listrik sekaligus mengembangkan bisnis MaaS. Dengan demikian, perseroan berpotensi mempercepat pertumbuhan pendapatan dan memperluas skala bisnis tanpa sepenuhnya bergantung pada kas internal.

"Rencana pendanaan maksimal Rp2 triliun dari Danantara Investment Management (DIM) merupakan katalis positif bagi kinerja VKTR, karena apabila terealisasi, akan memperkuat kapasitas pendanaan perseroan," ujar Nafan kepada Kontan, Rabu (2/9/2026).

Nafan menilai prospek VKTR dalam jangka menengah hingga panjang masih menarik seiring dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko. Salah satunya adalah potensi dilusi saham apabila opsi konversi dalam skema pendanaan tersebut nantinya diaktifkan.

Selain itu, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik juga perlu diikuti kemampuan perseroan menghasilkan laba bersih yang berkelanjutan.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham PWON, SILO, dan BRMS untuk Perdagangan Kamis (3/9/2026)

Harga saham VKTR

Dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham VKTR ditutup di level Rp935 per saham pada Rabu (2/9/2026).

Harga tersebut naik Rp5 atau 0,54% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp930 per saham. Saham VKTR dibuka pada level Rp975 dan bergerak pada rentang Rp910 hingga Rp990 sepanjang perdagangan.

Dengan harga penutupan tersebut, saham VKTR masih berada di bawah target harga yang diberikan Nafan.

Nafan memberikan rekomendasi ADD untuk saham VKTR dengan target harga Rp1.085 per saham.

Bagi investor dengan profil risiko agresif, strategi speculative buy atau accumulate on weakness dapat dipertimbangkan. Namun, investor perlu mencermati perkembangan finalisasi dokumen definitif dengan DIM serta realisasi ekspansi bisnis bus dan truk listrik VKTR.

Saham VKTR adalah salah satu bisnis keluarga Bakrie. BNBR menjadi pengendali dengan menguasai 24,41 % per akhir Juli 2026. Selain itu, PT Bakrie Metal Industries pada 21 Agustus 2026 juga membeli saham VKTR sebanyak 3 miliar.   

Pemerintah Ragu Batasi Pertalite Desil 9 10, Kenapa
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News