Kudeta digagalkan, lira Turki melejit 1,8%



SINGAPURA. Mata uang lira Turki berhasil memulihkan kondisinya pasca terpuruk pada akhir pekan lalu, Senin (18/7). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 07.45 waktu Singapura, lira menguat 1,8% menjadi 2.9620 per dollar AS.

Sekadar informasi, saat terjadi kudeta Jumat (15/7) malam, lira ambles 4,6%.

"Pergerakan lira diprediksi volatil dalam beberapa waktu ke depan. Investor akan memanfaatkan hal ini sebagai kesempatan untuk membeli. Masalahnya adalah apakah kejadian ini akan berdampak pada risiko premium jangka panjang Turki," jelas Tatha Ghose, analis Commerzbank AG yang berbasis di London kepada Bloomberg.


Ghose memprediksi mata uang lira akan menguat secara bertahap ke 2,95 atau 2,9 per dollar AS.

Pada akhir pekan kemarin, lira ditutup di kisaran 3,0157 per dollar AS, atau hanya berjarak 2% dari posisi terendahnya di sepanjang sejarah di 3,0752 pada September 2015.

Di pasar mata uang Asia, data CNBC menunjukkan, pada pukul 08.30 waktu Singapura, dollar perkasa terhadap keranjang mata uang dunia.

Yen Jepang masih berada di kisaran 105 dan diperdagangkan di kisaran 105,4 per dollar AS pagi ini.

Sedangkan dollar Australia ditransaksikan di posisi US$ 0,7579, melemah dari pekan lalu di kisaran US$ 0,76. Aussie pada pekan lalu terkerek data ekonomi China yang lebih baik dari prediksi. China merupakan partner dagang utama Australia.

"Data ekonomi China memberikan tenaga untuk aussie dalam jangka pendek. Namun, momentum ini sulit dipertahankan karena data AS yang positif akan mengangkat pamor dollar," jelas Kathy Lien, managing director of foreign exchange strategy BK Asset Management kepada CNBC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie