KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor terhadap Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR025 mulai terlihat semakin kuat menjelang berakhirnya masa penawaran. Hingga Kamis (10/9/2026), penyerapan SR025 tenor tiga tahun (T3) di Bibit.id telah mencapai 84,2% dari total kuota yang tersedia. Berdasarkan data penjualan di Bibit.id, kuota SR025 T3 yang ditawarkan mencapai Rp 15 triliun. Dengan tingkat penyerapan tersebut, masih tersisa sekitar 15,8% kuota yang belum terserap. Sementara itu, SR025 tenor lima tahun (T5) baru mencapai tingkat penjualan 56,1% dari kuota Rp 5 triliun. Masa penawaran SR025 sendiri akan berakhir pada 16 September 2026.
Laju penjualan kedua tenor tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya. Penjualan T3 yang pada Rabu (9/9/2026) masih berada di level 69% melonjak 15,2 poin persentase dalam sehari. Adapun penjualan T5 naik dari 47,8% menjadi 56,1%. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai laju penjualan SR025 tenor tiga tahun saat ini cukup kuat. Sebaliknya, penyerapan tenor lima tahun masih membutuhkan dorongan lebih besar pada pekan terakhir masa penawaran.
Baca Juga: Indeks CFX10 Melonjak 23,95% pada Agustus 2026 "Untuk T3, laju penjualannya dapat dikatakan cukup kuat, sedangkan T5 masih tergolong moderat dan membutuhkan percepatan pada pekan terakhir," kata Josua kepada Kontan, Kamis (10/9/2026). Meski menunjukkan perkembangan penjualan, Josua mengingatkan bahwa data tersebut belum dapat dijadikan gambaran penjualan SR025 secara nasional. Pasalnya, angka yang tersedia merupakan tingkat pemanfaatan kuota di Bibit, yang hanya menjadi salah satu dari 33 mitra distribusi SR025. "Angka tersebut merupakan tingkat pemanfaatan kuota di Bibit, sehingga tidak otomatis sama dengan penjualan nasional," ujarnya.
Penjualan SR025 Berpeluang Naik di Pekan Terakhir
Josua melihat peluang peningkatan penjualan SR025 masih terbuka hingga masa penawaran berakhir. Menurutnya, minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel cenderung dapat meningkat ketika mendekati batas akhir pemesanan. Untuk SR025 tenor tiga tahun, Josua memperkirakan tingkat penyerapan di Bibit dapat mencapai 90%-100% hingga masa penawaran ditutup. Dengan demikian, tenor T3 masih memiliki peluang besar untuk memenuhi kuota yang tersedia. Sementara itu, untuk tenor lima tahun, Josua memperkirakan tingkat penyerapan hingga akhir masa penawaran berada di kisaran 65%-85%.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Tertekan, Investor Cermati Sinyal Kebijakan The Fed "Penyerapan 100% tetap mungkin tetapi membutuhkan percepatan sangat besar, pembelian bernilai besar pada hari-hari terakhir, atau perubahan alokasi kuota," jelasnya. Potensi lonjakan penjualan juga dapat berasal dari investor dengan nilai pemesanan besar. Hal ini karena batas pemesanan SR025 tenor lima tahun mencapai Rp 10 miliar per investor.
Dengan batas pemesanan tersebut, pembelian dalam nominal besar menjelang penutupan masa penawaran berpotensi mendorong tingkat penyerapan T5 secara signifikan. Hingga Kamis (10/9/2026), SR025 tenor tiga tahun masih menyisakan 15,8% dari kuota di Bibit untuk mencapai penyerapan penuh. Sementara itu, tenor lima tahun masih memiliki sisa kuota sebesar 43,9%. Perkembangan penjualan dalam beberapa hari terakhir hingga 16 September 2026 akan menjadi penentu tingkat penyerapan kedua tenor SR025 tersebut. Terutama bagi tenor lima tahun, diperlukan akselerasi penjualan lebih besar agar mampu mendekati kuota yang telah disediakan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News