JAKARTA. Tingginya animo masyarakat membeli sukuk ritel seri kedua (SR-002) yang diterbitkan pemerintah, mendorong Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan memberikan tambahan jatah atau kuota (upsizing) ke para agen penjual. Hebatnya, sejumlah agen penjual mengaku, tambahan jatah itu sudah ludes jauh-jauh hari sebelum masa penawaran berakhir, Jumat pekan lalu (5/2). Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk, yang meminta tambahan kuota penjualan Rp 700 miliar. Semula, bank pelat merah ini mematok target awal Rp 800 miliar. Namun, membeludaknya permintaan investor membuat bank ini menambah kuota hingga jadi Rp 1,5 triliun. "Hanya beberapa hari saja sudah terjual. Bahkan setelah upsizing, sukuk ritel telah habis sejak 4 Februari lalu," ujar Inkawan D. Jusi, Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri. Head of Consumer Banking Market Sales Standard Chartered Bank, Wang Wardana, pun mengutarakan hal senada. "Sebelumnya, kami menargetkan Rp 100 miliar. Tapi, peminatnya sangat banyak sehingga kami melakukan upsizing menjadi Rp 300 miliar," ujar dia.
Kuota Naik, Sukuk Ritel Tetap Laris
JAKARTA. Tingginya animo masyarakat membeli sukuk ritel seri kedua (SR-002) yang diterbitkan pemerintah, mendorong Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan memberikan tambahan jatah atau kuota (upsizing) ke para agen penjual. Hebatnya, sejumlah agen penjual mengaku, tambahan jatah itu sudah ludes jauh-jauh hari sebelum masa penawaran berakhir, Jumat pekan lalu (5/2). Misalnya, PT Bank Mandiri Tbk, yang meminta tambahan kuota penjualan Rp 700 miliar. Semula, bank pelat merah ini mematok target awal Rp 800 miliar. Namun, membeludaknya permintaan investor membuat bank ini menambah kuota hingga jadi Rp 1,5 triliun. "Hanya beberapa hari saja sudah terjual. Bahkan setelah upsizing, sukuk ritel telah habis sejak 4 Februari lalu," ujar Inkawan D. Jusi, Senior Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri. Head of Consumer Banking Market Sales Standard Chartered Bank, Wang Wardana, pun mengutarakan hal senada. "Sebelumnya, kami menargetkan Rp 100 miliar. Tapi, peminatnya sangat banyak sehingga kami melakukan upsizing menjadi Rp 300 miliar," ujar dia.