KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memangkas kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi 260–270 juta ton dari 379 juta ton pada 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya menata ulang suplai guna menjaga stabilitas harga nikel global. Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai pemangkasan kuota dilakukan di tengah lonjakan suplai nikel dalam beberapa periode terakhir yang sempat menekan harga. “Kami melihat pemangkasan ini sebagai langkah pemerintah untuk menata ulang suplai agar harga lebih stabil. Sentimen ini sudah mulai berdampak pada harga nikel yang kembali mengalami kenaikan,” ujar Miftah kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).
Kuota Nikel Dipangkas 30%, Saham Aneka Tambang (ANTM) Direkomendasikan Trading Buy
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memangkas kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi 260–270 juta ton dari 379 juta ton pada 2025. Langkah ini dinilai sebagai upaya menata ulang suplai guna menjaga stabilitas harga nikel global. Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai pemangkasan kuota dilakukan di tengah lonjakan suplai nikel dalam beberapa periode terakhir yang sempat menekan harga. “Kami melihat pemangkasan ini sebagai langkah pemerintah untuk menata ulang suplai agar harga lebih stabil. Sentimen ini sudah mulai berdampak pada harga nikel yang kembali mengalami kenaikan,” ujar Miftah kepada Kontan, Rabu (11/2/2026).