Kuota tambahan haji sama tahun lalu



JAKARTA. Minat masyarakat muslim di Indonesia menunaikan ibadah haji begitu tinggi. Tak pelak, daftar tunggu haji pun semakin mengular. Bahkan sekarang, daftar tunggu haji sudah mencapai dua juta orang calon jamaah.

Pemerintah tentu tidak tinggal diam. Selain mulai mengkampanyekan haji cukup sekali saja, negosiasi penambahan kuota haji pun terus diupayakan. Untuk musim haji tahun ini, pemerintah meminta tambahan kuota ke Pemerintah Arab Saudi sebanyak 30.000 jamaah. Sedangkan jatah haji yang telah diberikan tahun ini sebanyak 211.000 jemaah.

Menurut Menteri Agama Suryadharma Ali, sejauh ini Pemerintah Arab Saudi belum merespon permintaan tambahan kuota haji tersebut. "Biasanya pemerintah Arab Saudi memberi kepastian sebulan sebelum keberangkatan," ungkapnya, Selasa (17/7).


Makanya, kata Suryadharma, dalam waktu dekat ini dirinya akan ke Mekkah untuk melobi Pemerintah Arab Saudi agar bisa secepatnya memutuskan berapa tambahan kuota tersebut.

Ia memprediksi tambahan kuota haji yang diberikan Arab Saudi tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. "Biasanya penambahan kuota yang diberikan Arab Saudi hanya sebanyak 10.000 jamaah," kata dia.

Nah, dari jumlah itu sebanyak 90% untuk haji reguler dan sisanya buat jamaah haji ONH plus. Bagi calon jemaah haji yang berusia di atas 80 tahun akan mendapat prioritas dalam kuota tambahan ini. "Jumlah calon jemaah haji yang berusia 80 tahun ke atas tidak banyak, hanya sekitar 1,5%," ujar Suryadharma.

Terkait persiapan pelaksanaan haji tahun ini, Suryadharma yakin akan lebih baik. Saat ini persiapan sudah mencapai 90%. Hanya masalah katering dan pemondokan yang masih harus mendapat perhatian.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu menambahkan, pemerintah bakal memberangkatkan 211.000 calon jemaah haji, tapi belum termasuk penambahan kuota. "Sebanyak 194.000 jemaah reguler dan 17.000 berasal dari ONH plus," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dadan M. Ramdan