Kurangi emisi gas rumah kaca, ADB pinjamkan US$ 100 juta ke Indonesia



JAKARTA. Indonesia memperoleh pinjaman sebesar US$ 100 juta dari Bank Pembangunan Asia (ADB). Pinjaman ini untuk proyek pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.Country Director ADB Indonesia Jon D. Lindborg mengatakan, pendanaan ini untuk membantu pemerintah Indonesia membuat pertumbuhan ekonomi menjadi ramah lingkungan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah. Selain itu, dia mengatakan pembiayaan ini juga sebagai upaya adaptasi sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional pemerintah.Lindborg mengungkapkan, penelitian ADB menunjukkan dalam skenario di mana keadaan dibiarkan tanpa intervensi, perubahan iklim di Indonesia bisa menimbulkan kerugian sekitar 0,7% - 2,5% dari PDB hingga akhir abad ini. Penelitian itu juga menyatakan lebih dari 50% dari emisi gas rumah kaca di Asia Tenggara dihasilkan oleh Indonesia akibat penebangan hutan dan konversi lahan gambut untuk pertanian. Peningkatan konsumsi listrik di Indonesia juga disinyalir menjadi penyebab meningkatnya emisi gas rumah kaca. Seperti diketahui, Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 26% pada tahun 2020 dengan upaya sendiri. Pemerintah juga bertekad meningkatkan pengurangan emisi hingga 40% dengan bantuan internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News