KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan tarif impor sebesar 19% dari Amerika Serikat (AS) terhadap produk furnitur Indonesia mendorong pelaku industri mempercepat diversifikasi pasar. Maklumlah, pasar AS selama ini masih menyerap porsi terbesar ekspor furnitur Indonesia. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan, kebijakan tarif tersebut membuat adanya kecenderungan para pelaku usaha untuk memperkuat dan memperluas pasar selain AS untuk mengurangi konsentrasi risiko. Arah yang banyak didorong pelaku industri diantaranya Uni Eropa, Timur Tengah, serta penguatan pasar Asia Pasifik, seperti Jepang dan Australia. Kemudian sebagian regional ASEAN untuk segmen tertentu, dengan catatan tiap pasar punya prasyarat compliance dan karakter permintaan berbeda.
Kurangi Ketergantungan AS, Pengusaha Furnitur Diversifikasi Pasar Ekspor
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan tarif impor sebesar 19% dari Amerika Serikat (AS) terhadap produk furnitur Indonesia mendorong pelaku industri mempercepat diversifikasi pasar. Maklumlah, pasar AS selama ini masih menyerap porsi terbesar ekspor furnitur Indonesia. Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur mengatakan, kebijakan tarif tersebut membuat adanya kecenderungan para pelaku usaha untuk memperkuat dan memperluas pasar selain AS untuk mengurangi konsentrasi risiko. Arah yang banyak didorong pelaku industri diantaranya Uni Eropa, Timur Tengah, serta penguatan pasar Asia Pasifik, seperti Jepang dan Australia. Kemudian sebagian regional ASEAN untuk segmen tertentu, dengan catatan tiap pasar punya prasyarat compliance dan karakter permintaan berbeda.