KONTAN.CO.ID -Â KOPENHAGEN. Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, sedang mempertimbangkan meningkatkan penggunaan etanol sebagai bahan bakar. Langkah tersebut diharap dapat mengurangi ketergantungan pada China dan mendorong upaya dekarbonisasi industri. CEO Maersk Vincent Clerc menyebut, seperti diberitakan Financial Times, meskipun China mendominasi pasar bahan bakar seperti metanol hijau, Amerika Serikat dan Brasil adalah produsen etanol terkemuka di dunia. Karena itu, ia yakin langkah peralihan ini akan didukung. "Jika semua keuntungan hanya ada di China, maka beberapa negara akan keberatan," tutur Clerc, dikutip oleh FT, sebagaimana dilaporkan Reuters.
Kurangi Ketergantungan ke China, Maersk Jajaki Etanol Sebagai Bahan Bakar
KONTAN.CO.ID -Â KOPENHAGEN. Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, sedang mempertimbangkan meningkatkan penggunaan etanol sebagai bahan bakar. Langkah tersebut diharap dapat mengurangi ketergantungan pada China dan mendorong upaya dekarbonisasi industri. CEO Maersk Vincent Clerc menyebut, seperti diberitakan Financial Times, meskipun China mendominasi pasar bahan bakar seperti metanol hijau, Amerika Serikat dan Brasil adalah produsen etanol terkemuka di dunia. Karena itu, ia yakin langkah peralihan ini akan didukung. "Jika semua keuntungan hanya ada di China, maka beberapa negara akan keberatan," tutur Clerc, dikutip oleh FT, sebagaimana dilaporkan Reuters.