JAKARTA. Komitmen pengurangan penggunaan hydro fluorocarbons (HFC) yang rencananya akan direalisasikan pada 2019 mendatang, telah disepakati oleh 170 negara. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia pendingin jenis HFC sehingga mampu menekan hingga 90 miliar ton polusi karbon dioksida pada 2050. Jenis pendingin HFC mencakup R-32, bahan kimia yang digunakan sebagai refrigerant dalam produk kulkas dan penyejuk ruangan secara global, termasuk Indonesia. Komitmen tersebut telah disepakati dalam pertemuan tingkat tinggi di Kigali, Rwanda pada Sabtu (15/10) waktu setempat. Badan PBB untuk Perlindungan Lingkungan (UNEP) menyatakan, kesepakatan untuk mengurangi penggunaan HFC bisa mencegah laju pemanasan global hingga 0,5 derajat celsius pada akhir abad ini.
Produsen akan kurangi penggunaan HFC pada AC
JAKARTA. Komitmen pengurangan penggunaan hydro fluorocarbons (HFC) yang rencananya akan direalisasikan pada 2019 mendatang, telah disepakati oleh 170 negara. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia pendingin jenis HFC sehingga mampu menekan hingga 90 miliar ton polusi karbon dioksida pada 2050. Jenis pendingin HFC mencakup R-32, bahan kimia yang digunakan sebagai refrigerant dalam produk kulkas dan penyejuk ruangan secara global, termasuk Indonesia. Komitmen tersebut telah disepakati dalam pertemuan tingkat tinggi di Kigali, Rwanda pada Sabtu (15/10) waktu setempat. Badan PBB untuk Perlindungan Lingkungan (UNEP) menyatakan, kesepakatan untuk mengurangi penggunaan HFC bisa mencegah laju pemanasan global hingga 0,5 derajat celsius pada akhir abad ini.