JAKARTA. Pasca mengakuisisi Asuransi Aegis Indonesia tiga tahun lalu, bisnis Kurnia Insurance Indonesia (KII) belum berjalan mulus. Hingga kini, aktivitas usaha KII masih merugi, dan sempat terancam pencabutan izin usaha karena belum memenuhi ketentuan permodalan minimum perusahaan asuransi. Tapi, setelah melakukan restrukturisasi modal sebesar Rp 24,6 miliar menjadi sebesar Rp 64,6 miliar per 31 Juli 2011, kelompok usaha asal Malaysia ini optimistis, kehadirannya bakal diperhitungkan di industri asuransi Tanah Air. "Dengan kondisi keuangan yang stabil, kami akan memperluas bisnis di Indonesia," kata Presiden Direktur KII, Kamal Arifin kepada KONTAN, Selasa (16/8) lalu. Kurnia Asia Berhad, selaku pemilik 97% saham KII berniat menambah lagi permodalan Rp 5,4 miliar pada semester kedua tahun ini menjadi Rp 70 miliar dan tambahan Rp 30 miliar lagi tahun depan. Dus, total modal KII bakal mencapai Rp 100 miliar tahun 2012.
Kurnia Insurance selesaikan klaim lama
JAKARTA. Pasca mengakuisisi Asuransi Aegis Indonesia tiga tahun lalu, bisnis Kurnia Insurance Indonesia (KII) belum berjalan mulus. Hingga kini, aktivitas usaha KII masih merugi, dan sempat terancam pencabutan izin usaha karena belum memenuhi ketentuan permodalan minimum perusahaan asuransi. Tapi, setelah melakukan restrukturisasi modal sebesar Rp 24,6 miliar menjadi sebesar Rp 64,6 miliar per 31 Juli 2011, kelompok usaha asal Malaysia ini optimistis, kehadirannya bakal diperhitungkan di industri asuransi Tanah Air. "Dengan kondisi keuangan yang stabil, kami akan memperluas bisnis di Indonesia," kata Presiden Direktur KII, Kamal Arifin kepada KONTAN, Selasa (16/8) lalu. Kurnia Asia Berhad, selaku pemilik 97% saham KII berniat menambah lagi permodalan Rp 5,4 miliar pada semester kedua tahun ini menjadi Rp 70 miliar dan tambahan Rp 30 miliar lagi tahun depan. Dus, total modal KII bakal mencapai Rp 100 miliar tahun 2012.