Kurs rupiah berpeluang melemah lagi pada Selasa (4/8), cermati katalis berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah mengawali pekan ini dengan hasil yang kurang memuaskan. Pada perdagangan Senin (3/8), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.630 per dolar Amerika Serikat (AS).

Dengan demikian, rupiah tercatat melemah 0,21% dibanding penutupan akhir pekan lalu yang masih berada di level Rp 14.600 per dolar AS.

Setali tiga uang, rupiah juga melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.713 per dolar AS atau melemah 0,51%.


Baca Juga: Rupiah hari ini ditutup melemah 0,21% ke Rp 14.630 per dolar AS

Penyebab pelemahan rupiah masih didorong oleh faktor pemulihan ekonomi dan juga penyebaran virus corona. Tren negatif rupiah hari ini dinilai Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana berpotensi berlanjut pada perdagangan Selasa (4/8).

Fikri mengatakan, baik dari sentimen eksternal ataupun internal sejauh ini belum memberikan katalis positif bagi rupiah, bahkan cenderung menekan rupiah. Menurutnya, sentimen penggerak rupiah masih akan datang dari kemungkinan semakin panjangnya pemulihan ekonomi global dan nasional.

Baca Juga: IHSG merosot 2,78% ke 5.006, dua saham BUMN dilepas asing pada Senin (3/8)

"Dari ekonomi global, sejauh ini pernyataan The Fed yang mengindikasikan akan memperpanjang suku bunga rendah menjadi indikasi masih lamanya pemulihan ekonomi. Sementara dari dalam negeri kekhawatiran terlihat dari pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan memperbesar defisit APBN ke atas 5% di 2021," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Senin (3/8).

Fikri memperkirakan besok rupiah akan diperdagangkan di rentang Rp 14.550 per dolar AS-Rp 14.750 per dolar AS dengan kecenderungan melemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati