Kurs rupiah berpotensi melemah lagi pada Kamis (10/9)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berpotensi kembali melanjutkan tren negatif pada perdagangan Kamis (10/9). Pada hari ini, Rabu (8/9) rupiah belum mampu bangkit setelah kembali melemah 0,23% ke Rp 14.779 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kinerja negatif rupiah tidak hanya terjadi di pasar spot, melainkan juga terjadi di kurs tengah Bank Indonesia. Mata uang Garuda ini ditutup di level Rp 14.853 per dolar AS atau terkoreksi 0,37% dibanding sebelumnya.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan pelemahan rupiah pada perdagangan besok masih akan disebabkan oleh tertekannya aset berisiko. Hal tersebut dinilai Fikri berdasarkan Credit Default Swap (CDS) Indonesia yang terus naik sejak akhir Agustus.


“Dari sentimen eksternal, harga minyak dunia yang semakin turun memungkinkan harga komoditas lain ikut turun. Belum lagi tensi perdagangan AS-China yg kembali meningkat seiring permintaan pemilu dipercepat di Hongkong,” jelas Fikri kepada Kontan.co.id, Rabu (9/9).

Baca Juga: Safe haven diburu, kurs rupiah tergelincir ke Rp 14.799 per dolar AS

Sementara dari dalam negeri, Fikri mengatakan peningkatan kasus virus corona yang semakin masif turut menjadi penekan pergerakan rupiah. Apalagi diprediksi kluster pilkada akan menjadi sumber baru penyebaran corona.

Oleh sebab itu, Fikri memperkirakan rupiah masih akan melemah dan diperdagangkan pada rentang Rp 14.730 per dolar AS-Rp 14.930 per dolar AS pada Kamis (10/9).

Baca Juga: IHSG tumbang 1,81% ke 5.149 pada Rabu (9/9), net sell asing masih berlanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati