Kurs rupiah Jisdor melemah ke Rp 14.418 per dolar AS pada Senin (15/3)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah di awal pekan ini. Senin (15/3), kurs rupiah Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) berada di Rp 14.418 per dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah Jisdor ini melemah 0,33% dari posisi akhir pekan lalu.

Sedangkan kurs rupiah spot berada di Rp 14.413 per dolar AS pada hari ini pukul 10.20 WIB. Kurs rupiah spot ini melemah 0,19% jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu pada Rp 14.385 per dolar AS. 

Menurut analis dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, pelemahan rupiah bisa dibaca juga sebagai pelemahan mata uang emerging markets secara global. Pasar keuangan global juga akan mencermati rapat bank sentral AS, Federal Reserve pekan ini. Investor menunggu arah kebijakan moneter AS setelah keputusan stimulus fiskal pemerintah AS.


Tak cuma Federal Open Market Committee (FOMC), Bank Indonesia (BI) juga akan menggelar rapat dewan gubernur pekan ini. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Ike Widiawati memperkirakan FOMC dan BI masih akan mengambil kebijakan untuk menahan tingkat suku bunga di level saat ini.

Baca Juga: Harga emas spot menguat ke US$ 1.732 per ons troi pada pagi ini (15/3)

Menurut dia, tingkat inflasi AS diperkirakan dalam dua bulan ke depan memang berpotensi mengalami kenaikan karena mulai adanya kucuran dana stimulus bagi warga AS. Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan konsumsi dan mendorong inflasi AS.

"Namun demikian, saya berekspektasi The Fed masih akan bersikap dovish (mempertahankan suku bunga) untuk pertemuan kali ini karena memang kondisi perekonomian AS dan secara global pun masih rentan, sehingga kenaikan suku bunga dapat menyebabkan syok market," kata Ike kepada kontan.co.id, Jumat (12/3).

Sementara, BI sebenarnya memiliki peluang untuk menurunkan suku bunganya mengingat tingkat inflasi Indonesia yang masih rendah saat ini. Namun beberapa hal seperti nilai tukar juga harus menjadi perhatian sehingga BI di pertemuan kali ini kemungkinannya adalah tetap menjaga tingkat suku bunganya.

Di sisi lain, harga minyak WTI masih terus menguat hingga lebih dari US$ 66 per barel. Harga minyak brent pun hari ini menguat ke US$ 69,82 per barel. Kenaikan harga minyak ini berpotensi mengangkat inflasi di emerging markets.

Baca Juga: IHSG melemah ke 6.346 pada perdagangan hari (15/4), asing lepas BBRI, ITMG dan UNVR

Range rupiah sejak pertengahan 2020 itu Rp 14.500-Rp 14.000, jadi range-nya kemungkinan akan lebih lemah lagi bagi rupiah, jika dari segi fundamental dan teknikal mendukung. Karena kita lihat bahwa AS diuntungkan oleh kecemasan inflasi, dimana yield US Treasury 10 tahun memang melonjak,” ujar Wahyu.

Menurut Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo, saat ini rupiah masih mempunyai potensi untuk menguat, seiring dengan program vaksinasi yang terus membawa prospek pemulihan ekonomi yang dipercepat tahun ini. Hal ini mulai terlihat bahwa dolar AS mulai melepaskan diri dari nilai tukarnya yang melemah sepanjang tahun, dan terlihat bahwa dolar AS mulai terakumulasi.

Baca Juga: Harga minyak kompak menguat, Brent kembali mendekati US$ 70 per barel pada hari ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati