Kurs rupiah Jisdor menguat 1,43% ke Rp 13.903 per dolar AS pada Senin (4/1)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat ke bawah level Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat (AS) awal tahun 2021. Senin (4/1), kurs rupiah Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) berada di Rp 13.903 per dolar AS. Kurs Jisdor menguat 1,43% ketimbang posisi akhir tahun 2020 yang berada di Rp 14.105 per dolar AS.

Sementara di pasar spot pukul pukul 10.29 WIB, kurs rupiah spot menguat 1,25% ke Rp 13.875 per dolar AS ketimbang posisi akhir tahun lalu, Rabu (30/12) pada Rp 14.050 per dolar AS. Ini adalah posisi terkuat rupiah sejak Juni 2020.

Penguatan nilai tukar rupiah ini mengejar ketertinggalan di pasar NDF. Para trader mempersempit selisih antara spot dan forward, menunjukkan kurs rupiah akan menguat dalam jangka pendek. 


Sementara nilai tukar dolar AS melemah ke level terendah sejak 2018. "Ketidakpastian mulai mereda dan pemulihan pertumbuhan global menjadi penopang sehingga nilai tukar dolar melemah," kata Patrik Schowitz, global multi-asset strategist JPMorgan Asset Management dalam catatan yang dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Harga emas naik 1,18% ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir

Dia menyebut, pelemahan dolar ini terutama terhadap mata uang emerging markets. Sementara kurs yuan menembus level 6,5 untuk pertama kalinya sejak Juni 2019. Ringgit juga menyentuh level psikologis 4 terhadap dolar.

"Kami memperkirakan yuan akan menguat lagi terhadap dolar karena China akan memimpin pemulihan ekonomi di semester pertama," kata Ken Cheung, chief Asia foreign exchange strategist Mizuho Bank Ltd. Cheung memperkirakan, kurs yuan terhadap dolar bisa menguji 6,3 per dolar dalam beberapa bulan.

Baca Juga: IHSG melemah pada awal perdagangan Senin (4/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati