Kurs rupiah menanti pergerakan dollar AS



JAKARTA. Rupiah kembali ditutup merosot hari ini. Analis menilai, pelemahan rupiah hari ini hanya akibat faktor teknikal. Mengutip Bloomberg, Senin (25/7) harga rupiah di pasar spot terdepresiasi sebesar 0,14% ke level Rp 13.327 per dollar AS.

Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah terdepresiasi 0,007% ke level Rp 13.320 per dollar AS. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, pelaku pasar hingga saat ini masih menunggu sinyal terbaru dari Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed Janet Yellen yang akan rilis Kamis (27/7) dini hari. “Investor memang mengharapkan adanya indikasi terbaru dari Janet Yellen karena dari testimoni sebelumnya tidak terlalu agresif,” jelas Reny. Kendati demikian Reny berharap, testimoni yang akan di keluarkan oleh The Fed mencerminkan kondisi yang tidak trelalu positif sehingga rupiah bisa kembali dilirik oleh investor dan membantu rupiah untuk kembali berorot. “Semoga tidak ada hal-hal yang surprise yang dapat mendongkrak US dollar,” harap Reny. Selain itu, Reny juga menjelaskan, hingga akhir bulan ini, tidak ada sentimen-sentimen yang dapat memengaruhi rupiah dari dalam negeri. “Belum ada katalis yang mendorong rupiah,” pungkasnya. Sementara, Research & Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra menyebutkan, tidak ada sentimen khusus yang memengaruhi pelemahan rupiah di hari ini.

Menurutnya, pergerakan rupiah yang terbatas merupakan dominasi pergerakan dollar yang mencoba bullish meski masih di bawah tekanan. “Sekarang, pergerakan rupiah bergantung pada dollar,” tandas Agus. Besok, prediksi Agus rupiah masih bergerak dalam kisaran yang sempit yakni di kisaran Rp 13.300 – Rp 13.340 per dollar AS dan Rp 13.270 – Rp 13.380 per dollar AS.


Sedang, prediksi Reny rupiah masih berpeluang menguat di rentang Rp 13.290 – Rp 13.350 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dessy Rosalina