Kurs rupiah menguat meski ada ancaman perang dagang yang meluas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah ditutup menguat pada Rabu (3/7) setelah sempat melemah di awal perdagangan. Rupiah spot hari ini menguat 0,13% ke Rp 14.120 per dollar Amerika Serikat (AS). Sedangkan Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) hari ini justru melemah 0,14% ke Rp 14.160  per dollar AS.

Situasi dalam negeri menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rupiah yang menguat tipis. Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menyampaikan bahwa kondisi politik dalam negeri yang kondusif mendukung pergerakan pasar yang bergerak positif. "Membuka peluang investor lebih percaya terhadap pasar dalam negeri karena ketidakpastian politik yang sudah mereda," ujar Yudi.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan BI untuk mempertahankan suku bunga di angka 6% menjadi daya tarif bagi pelaku pasar.


Selain itu, hasil lelang surat utang negara yang positif pada Selasa (2/7) menjadi faktor pendorong penguatan rupiah dari dalam negeri. Ekonom Bank BCA David Sumual menyampaikan bahwa penawaran lelang surat utang negara yang mencapai lebih dari Rp 62 triliun menunjukkan minat terhadap rupiah masih bagus.

Pemerintah hanya menyerap Rp 22 triliun dari total penawaran yang masuk. "Penawarannya besar sekali, tiga kali lipat. Jadi kelihatan minat investor terhadap aset rupiah itu masih bagus," ujar David.

Walaupun rupiah memiliki tren menguat, Yudi mengungkapkan bahwa ada beberapa ancaman negatif yang berasal AS pada hari ini. Ini terkait rencana penerapan tarif impor atas barang dari Uni Eropa senilai US$ 4 miliar.

"Mestinya ini menjadi sentimen negatif bagi rupiah, tapi sepertinya hal ini tidak dihiraukan oleh investor pada hari ini," ujar Yudi.

Berdasarkan apa yang terjadi hari ini, Yudi dan David menilai rupiah akan tetap menguat pada esok hari. Yudi memprediksi rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.070 per dollar AS hingga Rp 14.190 per dollar AS. Sedangkan David memprediksi rupiah akan berada di rentang Rp 14.100 per dollar AS hingga Rp 14.170 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati