Kurs Rupiah Menguat Tipis ke Rp 18.082, Namun Ancaman Pelemahan Masih Mengintai



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat melemah pada awal perdagangan, kurs rupiah di pasar spot terpantau menguat berbalik arah dan menguat tipis 0,01% ke level Rp 18.082 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (29/7/2026) siang atau pukul 12.10 WIB.

Kendati begitu, Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, peluang rupiah untuk kembali melemah masih cukup besar, mengingat harga komoditas energi seperti minyak mentah dunia yang kembali melonjak menyusul kabar penyerangan oleh Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Rupiah juga masih dibayangi oleh sentimen negatif dari dalam negeri seiring mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo beberapa hari lalu. Keputusan pengunduran diri tersebut cukup mempengaruhi kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Indonesia.


Baca Juga: IHSG Balik Melemah ke 6.093,6 di Sesi Pertama, Top Losers LQ45: ISAT, MBMA, WIFI

"Outflow asing di pasar ekuitas juga semakin membebani rupiah," ujar dia, Rabu (29/7/2026).

Lukman menganggap, sebenarnya sentimen domestik sudah cukup baik dalam beberapa waktu terakhir, sebelum terjadi gejolak di internal BI. Dalam jangka pendek, sentimen ini masih akan menjadi pengganjal bagi laju pergerakan rupiah, ditambah lagi jika terjadi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang memacu kenaikan harga minyak dunia.

Bila berkaca pada kondisi pasar terkini, Lukman memproyeksikan kurs rupiah idealnya berada di kisaran level Rp 17.700--Rp 18.300 per dolar AS hingga akhir 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News