KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan panasnya tensi geopolitik diperkirakan masih menjadi rintangan berat bagi laju mata uang rupiah di akhir pekan. Melansir data Bloomberg pada Kamis (8/10/2026), kurs rupiah spot ditutup melemah 28 poin atau 0,16% ke level Rp 17.915 per dolar AS, searah dengan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang turut terdepresiasi sebesar Rp 10 atau melemah 0,06% menjadi Rp 17.890 per dolar AS. Mengevaluasi pergerakan pada Kamis (8/10/2026), Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai, pelemahan mata uang Garuda lebih banyak bersifat teknikal dan belum menunjukkan perubahan fundamental yang kuat. Rupiah yang sempat menguat di pagi hari akhirnya berbalik tertekan lantaran pasar kembali memperhitungkan tingginya imbal hasil (yield) US Treasury dan meningkatnya risiko geopolitik.
Kurs Rupiah Tertekan Yield AS dan Geopolitik, Intip Proyeksinya untuk Jumat (9/10)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) dan panasnya tensi geopolitik diperkirakan masih menjadi rintangan berat bagi laju mata uang rupiah di akhir pekan. Melansir data Bloomberg pada Kamis (8/10/2026), kurs rupiah spot ditutup melemah 28 poin atau 0,16% ke level Rp 17.915 per dolar AS, searah dengan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang turut terdepresiasi sebesar Rp 10 atau melemah 0,06% menjadi Rp 17.890 per dolar AS. Mengevaluasi pergerakan pada Kamis (8/10/2026), Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai, pelemahan mata uang Garuda lebih banyak bersifat teknikal dan belum menunjukkan perubahan fundamental yang kuat. Rupiah yang sempat menguat di pagi hari akhirnya berbalik tertekan lantaran pasar kembali memperhitungkan tingginya imbal hasil (yield) US Treasury dan meningkatnya risiko geopolitik.