Kursi CEO Woodside: Petinggi BHP Siap Gantikan Meg O'Neill?



KONTAN.CO.ID - PERTH.  Perusahaan energi Australia, Woodside Energy tengah bersiap menentukan pemimpin baru setelah kepergian CEO sebelumnya. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat, termasuk petinggi dari perusahaan tambang raksasa BHP.

Mengutip laporan Bloomberg (8/3), Presiden Australia BHP Geraldine Slattery disebut menjadi salah satu kandidat kuat untuk menduduki kursi CEO Woodside. Informasi ini bersumber dari pihak yang mengetahui proses seleksi tersebut.

Woodside memang tengah mencari pengganti bagi Meg O’Neill yang secara mengejutkan meninggalkan perusahaan pada Desember lalu. O’Neill memilih bergabung dengan raksasa energi global BP sebagai CEO dan dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya secara resmi pada April mendatang.


Dalam pernyataan resminya, pihak Woodside menegaskan bahwa dewan direksi berencana mengumumkan CEO permanen pada kuartal pertama 2026. Namun perusahaan menolak memberikan komentar terkait spekulasi pasar mengenai kandidat yang tengah dipertimbangkan.

“Kami telah menyampaikan sebelumnya bahwa dewan Woodside berencana mengumumkan penunjukan CEO permanen pada kuartal pertama 2026. Kami tidak berkomentar mengenai spekulasi pasar,” ujar juru bicara perusahaan.

Baca Juga: Australia Protes China Usai Insiden Helikopter Militer di Laut Kuning

Selain Slattery, kandidat lain juga berasal dari internal perusahaan. CEO sementara Liz Westcott disebut masuk dalam daftar calon pimpinan baru. Analis MST Marquee Saul Kavonic mengatakan, setidaknya ada dua kandidat internal lain yang juga dipertimbangkan untuk posisi tersebut.

Nama Slattery dinilai cukup relevan karena memiliki rekam jejak panjang di sektor energi. Sebelum memimpin operasi Australia di BHP, ia pernah memimpin divisi perminyakan perusahaan tersebut. Divisi tersebut kemudian dijual kepada Woodside dalam kesepakatan besar beberapa tahun lalu.

Meski demikian, BHP menolak memberikan komentar terkait kabar pencalonan Slattery. Hingga laporan ini ditulis, Slattery juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media.

Penunjukan CEO baru Woodside menjadi perhatian pasar energi global. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen energi terbesar di Australia, sehingga arah kepemimpinan baru berpotensi memengaruhi strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika pasar energi dunia yang terus berubah.

Baca Juga: Australia Pelopor: Negara Pertama Larang Media Sosial (Medsos) Usia 16