Laba 2023 Melesat 28%, Saham Blue Chip BUMN Ini Siap Bayar Dividen



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja anak badan usaha milik negara (BUMN) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) moncer sepanjang tahun 2024. Laba perusahaan naik tinggi. Manajemen perusahaan pun menyatakan akan ada pembayaran dividen saham blue chip ini.

Saham blue chip adalah saham lapis satu di bursa efek yang memiliki fundamental kuat dan nilai kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham blue chip biasanya terdiri dari saham-saham yang bercokol di Indeks LQ45.

Saham PGEO adalah salah satu saham anak BUMN yang bercokol di LQ45. Di BEI, nilai kapitalisasi pasar saham PGEO mencapai Rp 49,15 triliun.


Bocoran terkait pembagian dividen disampaikan oleh Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy, Yurizki Rio. Hanya saja, dia belum membuka besaran dividen yang diusulkan PGEO, lantaran hal ini masih akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada akhir Mei 2024 nanti. 

"Kami akan merujuk apa yang kami sampaikan dalam prospektus. Namun untuk persetujuan dividen itu sampai level berapa masih coba kami diskusikan secara internal di level PGEO dan stakeholders," ungkap Yurizki dalam media briefing yang digelar Kamis (14/3).

Baca Juga: Blue Chip Stocks Worth Watching as the IDX Composite Reach a Record High

Adapun sepanjang tahun lalu PGEO meraih laba bersih senilai US$ 163,59 juta, meningkat 28,46% dibandingkan keuntungan pada tahun 2022.

Pertumbuhan bottom line tahun 2023 itu sejalan dengan kenaikan pendapatan, di mana PGEO membukukan US$ 406,28 juta, tumbuh 5,23% ketimbang pendapatan tahun 2022.

Yurizki menyampaikan pertumbuhan pendapatan dan laba PGEO sejalan dengan kenaikan dari sisi margin keuangan dan operasional. Pada tahun ini, PGEO berupaya untuk menjaga tingkat margin dan capaian laba agar tetap tumbuh positif.

"Di tahun ini ada beberapa hal yang sudah kami antisipasi. Sehingga yang kami lakukan adalah menjaga level tingkat produksi, agar setidaknya bisa menjaga margin seperti di tahun 2023," ungkap Yurizki.

 
PGEO Chart by TradingView

Namun, kabar pembayaran dividen saham ini belum mampu mendongkrak harga saham PGEO. Pada perdagangan Kamis 14 Maret 2024, harga saham PGEO ditutup di level 1.185 turun 15 poin atau 1,25% dibandingkan sehari sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto