Laba Allo Bank Turun 4,05%, Kredit Tumbuh 32,02% hingga Agustus 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan laba bersih Rp 298,85 miliar hingga Agustus 2026. Laba tersebut turun 4,05% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 311,46 miliar. Penurunan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII).

Mengutip laporan keuangan publikasinya pada Rabu (30/9/2026), hingga Agustus 2026 NII Allo Bank mencapai Rp 1,06 triliun, tumbuh 14,50% YoY dari Rp 927,76 miliar. Pendapatan bunga meningkat 13,69% YoY menjadi Rp 1,34 triliun. Namun, beban bunga juga naik 10,72% YoY menjadi Rp 278,42 miliar. Adapun pendapatan komisi, provisi, fee dan administrasi meningkat 529,39% YoY menjadi Rp 27,03 miliar. Sementara pendapatan lainnya tumbuh 37,68% YoY menjadi Rp 302,68 miliar.

Baca Juga: AFPI Bentuk Satker untuk Tangani Portofolio Pinjaman Daring Bermasalah Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut tertekan kenaikan beban. Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment naik 70,90% YoY menjadi Rp 394,28 miliar.


Beban tenaga kerja juga naik 7,87% YoY menjadi Rp 144,73 miliar. Beban promosi meningkat 30,43% YoY menjadi Rp 126,73 miliar, sedangkan beban lainnya naik 20,74% YoY menjadi Rp 348,44 miliar. Alhasil, laba operasional Allo Bank turun 4,37% YoY menjadi Rp 383,63 miliar dari Rp 401,17 miliar Agustus tahun lalu. Dari sisi intermediasi, kredit yang diberikan Allo Bank tumbuh 32,02% YoY menjadi Rp 9,46 triliun dari Rp 7,16 triliun pada Agustus 2025. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Allo Bank turun 28,78% YoY menjadi Rp 5,24 triliun. Penurunan terutama berasal dari deposito yang menyusut 41,43% YoY menjadi Rp 3,75 triliun.

Sementara itu, giro tumbuh 208,37% YoY menjadi Rp 479,10 miliar dan tabungan meningkat 26,35% YoY menjadi Rp 1,01 triliun. Dengan demikian, LDR Allo Bank berada di level sekitar 180,4%, naik dari 97,3% pada Agustus 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News