KONTAN.CO.ID - Saham ANZ Group melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Kamis (12/2/2026) setelah laba tunai kuartal pertama bank tersebut melampaui ekspektasi pasar, didorong percepatan program pemangkasan biaya di bawah kepemimpinan CEO baru Nuno Matos. Melansir Reuters, laba tunai untuk tiga bulan hingga 31 Desember tercatat sebesar A$1,94 miliar (US$1,38 miliar), naik 17% dibandingkan rata-rata kuartalan semester II 2025. Sementara laba bersih secara statutory mencapai A$1,87 miliar.
Baca Juga: Boeing Klaim Lonjakan Kualitas Rantai Pasok, Jam Perbaikan Turun 40% Return on tangible equity (ROTE) meningkat 173 basis poin menjadi 11,7%, mencerminkan efisiensi bank dalam mengonversi modal menjadi laba. ANZ menyebut sekitar 60% dari total rencana pemangkasan 3.500 karyawan telah direalisasikan hingga akhir 2025. Langkah tersebut berkontribusi pada penurunan beban operasional sebesar 8% pada kuartal berjalan. “Program produktivitas kami yang bertujuan menghilangkan duplikasi dan menyederhanakan bank sudah berjalan baik, menghasilkan penurunan biaya signifikan sekaligus mendorong pertumbuhan pendapatan,” ujar Matos dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Israel Gabung “Board of Peace” Inisiatif Trump, Netanyahu Teken Aksesi di Washington Saham ANZ sempat melonjak hingga 7,9% ke rekor A$40,14 pada awal perdagangan sebelum sedikit terkoreksi ke A$39,80. Sebagai perbandingan, indeks S&P/ASX200 naik 0,3%. Kinerja laba ANZ tercatat 6% di atas proyeksi Citigroup, sementara pendapatan sebesar A$5,7 miliar sesuai ekspektasi analis. Analis Citigroup Thomas Strong mengatakan kejutan positif terutama berasal dari percepatan efisiensi biaya, dengan realisasi biaya sekitar 3% lebih rendah dari perkiraan. Program restrukturisasi yang diluncurkan Matos sejak pertengahan tahun lalu mencakup pemutusan 3.500 karyawan, pengurangan 1.000 kontraktor, serta beban restrukturisasi sebesar A$560 juta.
Baca Juga: Kyiv Digempur Serangan Rudal “Besar-besaran” Rusia Sejumlah proyek yang tidak selaras dengan prioritas strategis juga dihentikan. Dari sisi permodalan,
rasio common equity tier 1 (CET1) naik tipis menjadi 12,15% per 31 Desember dari 12,03% pada akhir September. Rasio
cost-to-income turun menjadi 49,5%, seiring penurunan beban operasional 21% dibandingkan rata-rata kuartalan semester sebelumnya. Pendapatan kuartalan naik 1% (di luar pos signifikan), dengan net interest margin (NIM) meningkat 2 basis poin menjadi 1,56%.
Perubahan komposisi pendanaan membantu mengimbangi tekanan pemangkasan suku bunga bank sentral dan ketatnya persaingan kredit. ANZ juga menyatakan kualitas kredit tetap tangguh, ditandai dengan penurunan kredit pemilikan rumah di Australia yang menunggak lebih dari 90 hari.