Laba ASII kuartal I-2016 melorot 22%



JAKARTA. Emiten grup konglomerasi, PT Astra International tbk (ASII) masih harus gigit jari di kuartal I ini. Kinerja perseroan masih mengalami perlambatan di tengah rendahnya permintaan bisnis otomotif dan lesunya sektor komoditas.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, ASII hanya bisa mengantongi laba bersih sebesar Rp 3,11 triliun atau melorot 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp 3,9 triliun.

Terkoreksinya laba bersih perseroan seiring dengan penurunan pendapatan bersih sebesar 7% secara year on year (yoy) menjadi Rp 41,88 triliun.


Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII mengatakan, sepanjang kuartal I grup Astra mengalami penurunan pendapatan alat berat, pertambangan serta agribisnis. Dan di saat yang smaa, kontribusi pendapatan dari Toyota opration menurun setelah pelaksanaan restrukturisasi model distribusi dua tingkat.

"Propitabilitas mengalami penurunan karena turunnya kontribusi dari alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, teknologi informasi dan otomotif," kata Prijono dalam keterangan resminya, Selasa (26/4).

Kendati kinerja turun, namun nilai aset ASII per akhir Maret 2016 masih tumbuh 3% dibanding dengan periode akhir tahun lalu. Nilai kas bersih, diluar grup jasa keuangan juga meningkat dari Rp 1 triliun di akhir 2015 menjadi Rp 3,1 triliun.

Sementara anak usaha perseroan di segmen jasa keuangan mencatatkan utang bersih Rp 42 triliun, turun dari Rp 44,6 triliun pada akhir Desember tahun lalu.

Prijono memperkirakan kondisi bisnis ASII ke depan masih akan menantang karena grup Astra masih mengalami rendahnya permintaan otomotif, harga komoditas masih tertekan dan kualitas kredit korporasi di Bank Permata mengalami penurunan.

Kontribusi laba bersih sektor otomotif yang menjadi core bisnis ASII mengalami penurunan 3% yoy di kuartal I 2016 menjadi Rp 1,58 triliun. Ini karena permintaan otomotif selama tiga bulan pertama masih rendah dan perseroan juga menguarangi diskon untuk mengerek margin.

Penjualan mobil Astra kuartal I turun 7% menjadi 127.000 unit dan pangsa pasar perseroan turun dari 49% menjadi 48%. Sedangkan penjualan motor hanya turun tipis, sedangkan penjualan secara nasional turun 6%. Alhasil pangsa pasar kendaraan roda dua ASII masih naik dari 68% menjadi 72%.

Sektor jasa keuangan mencatatkan kontribusi laba bersih sebesar Rp 641 miliar merosot tajam hingga 46% dari kuartal I tahun 2015. Laba bersih bisnis alat berat dan pertambangan anjlok 55% yoy menjadi Rp 442 miliar, dan bisnis teknologi & informasi turun 8% yoy menjadi Rp 34 miliar.

Sedangkan kontribusi laba bersih sektor agribisnis serta infrastruktur, logistik dan lainnya masih mengalami pertumbuhan pesat masing-masing 168% yoy menjadi Rp 333 miliar dan 128% yoy menjadi Rp 82 miliar.

Di bisnis jasa keuangan, kenaikan laba bersih PT Federal International Finance (FIF) dan PT Toyota Astra Finncial Services (TAFS) tidak mampu mengimbangu penurunan kontribusi dari jasa keuangan lainnya terutama dari Bank Permata.

Sektor bisnis pembiayaan konsumen naik 4% termasuk melalui joint bank finacial without resources. PT astra Sedaya Finance yang fokus pad apembiayaan roda empat mengalami penurunan laba bersih 27%, sedangkan pembiyaan roda empat lainnya yakni PT toyota Astra Finncial Services naik 10%. Adapun FIF yang fokus ke pembiayaan roda dua mengalami kenaikan laba bersih 23%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia