Laba Astra (ASII) Turun 19,22% Jadi Rp 12,5 Triliun Semester I-2026, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan penurunan kinerja pada semester I-2026. Melansir laporan keuangannya, ASII mencatat laba bersih sebesar Rp 12,5 triliun per semester I-2026, turun 19,22% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15,51 triliun.

Laba per saham dasar dan dilusian ASII juga menurun dari sebelumnya Rp 383 per saham menjadi Rp 313 per saham.

Sejalan dengan laba bersih, pendapatan ASII juga menurun 3,03% menjadi Rp 157,91 triliun di Januari hingga Juni 2026, dari sebelumnya Rp 162,85 triliun pada periode yang sama tahun lalu.


Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,50% ke Rp 18.054 per Dolar AS pada Jumat (31/7) Pagi

Presiden Direktur ASII, Rudy mengatakan pada semester pertama 2026, Grup Astra mencatat peningkatan kontribusi dari bisnis otomotif dan jasa keuangan. Namun, penurunan kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengakibatkan penurunan laba bersih grup Astra secara keseluruhan.

"Meskipun hampir seluruh bisnis mencatatkan kinerja yang baik, kinerja Grup secara keseluruhan terdampak oleh kontribusi dari bisnis Solusi Pertambangan & Alat Berat yang lebih rendah, mencerminkan minimnya kontribusi dari divisi pertambangan emas, penurunan penjualan alat berat, serta penurunan volume pada divisi jasa penambangan dan pertambangan batu bara," kata Rudy dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Strategi Bar

Astra meluncurkan peta jalan (strategy roadmap) baru pada Mei 2026 sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan imbal hasil jangka panjang bagi para pemegang saham.

Strategi baru tersebut dibangun di atas empat pilar utama, yakni Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment.

Melalui pilar Focus, Astra akan memusatkan perhatian pada tiga bisnis inti, yaitu otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat.

Sementara itu, pilar Clarity menitikberatkan pada pengelolaan portofolio bisnis di luar bisnis inti agar lebih terarah, dengan fokus pada usaha yang memiliki sinergi terhadap ekosistem dan kapabilitas yang dimiliki Astra.

Pada aspek Discipline, perseroan akan memperketat disiplin dalam pengalokasian modal dan keputusan investasi dengan mempertimbangkan potensi imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham.

Adapun pilar Commitment menegaskan komitmen Astra untuk menjalankan transformasi tersebut melalui penyelarasan kepemimpinan perusahaan dengan kepentingan para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Permintaan Emas Global pada Semester I-2026 Meningkat 2% Capai 2.522 Ton

"Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru," ucap Rudy.

ASII juga yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Emiten otomotif itu akan senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memposisikan perusahaan untuk dapat memberikan peningkatan total imbal hasil bagi para pemegang saham serta mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News