Laba Asuransi Jiwa Konvensional Meningkat 26,38% per April 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri asuransi jiwa konvensional meningkat 26,38% secara Year on Year (YoY), menjadi Rp 7,57 triliun per April 2026.

Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan peningkatan laba asuransi jiwa konvensional didorong sejumlah faktor, yakni efisiensi manajemen risiko perusahaan, peningkatan hasil investasi di tengah perbaikan pasar keuangan, serta optimalisasi jalur distribusi utama seperti bancassurance. Dia menilai kinerja itu mencerminkan industri tetap solid, meski dihadapkan pada tantangan lonjakan klaim.

Secara rinci, Irvan menerangkan salah satu faktor pendorong utama peningkatan laba tersebut karena adanya peningkatan hasil investasi. 


Baca Juga: Tifa Finance Raih Pinjaman Rp 400 Miliar dari Hana Bank

"Pemulihan dan perbaikan pasar keuangan secara makro mendorong hasil investasi yang lebih optimal bagi instrumen penempatan dana perusahaan asuransi," ujarnya kepada Kontan, Senin (6/7).

Selain itu, peningkatan laba juga didorong optimalisasi kanal bancassurance. Irvan menjelaskan penjualan polis melalui kemitraan strategis dengan perbankan menjadi kontributor utama pendapatan premi, didukung perluasan jangkauan dan integrasi layanan keuangan. 

Irvan menyebut faktor lainnya, yakni efisiensi operasional yang dilakukan asuransi jiwa. Dia bilang perusahaan asuransi secara konsisten memperkuat manajemen risiko dan menekan biaya operasional (underwriting yang lebih ketat), sehingga margin keuntungan tetap terjaga meski klaim meningkat. 

Ditambah, adanya pertumbuhan produk unitlink yang menjadi salah satu faktor peningkatan laba. Irvan mengatakan pendapatan premi dari produk unitlink mencatatkan tren positif yang turut memberikan dorongan pada pendapatan keseluruhan perusahaan.

Sementara itu, Irvan memperkirakan industri asuransi jiwa konvensional tahun ini terbilang sulit untuk mengandalkan hasil investasi guna memperoleh laba. Hal itu seiring kondisi pasar yang volatil. Oleh karena itu, dia menilai perusahaan perlu menyiasati volatilitas melalui diversifikasi portofolio yang hati-hati (prudent) dan tetap berupaya mengoptimalkan perolehan premi guna menjaga arus kas.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi perolehan laba industri asuransi. Salah satunya membaiknya hasil investasi, pertumbuhan premi pada beberapa lini usaha, serta penguatan efisiensi dan manajemen risiko perusahaan.

Ke depannya, Ogi menilai prospek industri perasuransian masih cukup positif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan dan penguatan transformasi industri. 

"Namun, industri tetap perlu mewaspadai berbagai tantangan, seperti tekanan klaim, volatilitas pasar keuangan, dan kondisi ekonomi global," kata Ogi.

Baca Juga: KDB Tifa Finance Peroleh Fasilitas Kredit Rp400 Miliar dari KEB Hana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: