Laba Bank BJB Melesat 58,8% Semester I-2026, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) membukukan laba bersih Rp783 miliar pada semester I-2026, naik 58,8% secara tahunan (year on year/YoY).

Corporate Secretary bank bjb Irwan Riswandi mengatakan, pertumbuhan laba mencerminkan hasil strategi perseroan dalam memperbaiki struktur aset dan liabilitas, menekan biaya dana, serta memperkuat sinergi bisnis di tingkat grup.

"Seluruh upaya tersebut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar atau tumbuh 58,8% secara year on year," ujar Irwan dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).


Sepanjang semester I-2026, pendapatan bunga bersih bank bjb tumbuh lebih dari 9,1% YoY. Sementara itu, fee based income mencapai Rp1,1 triliun.

Baca Juga: BSI Tawarkan KPR Special Margin 2,75% di Danantara Housing Expo 2026

Di sisi efisiensi, perseroan berhasil memangkas beban operasional sekitar 5,4%, sehingga mendorong laba operasional sebelum cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) meningkat lebih dari 34,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi intermediasi, bank bjb mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan secara konsolidasi sebesar Rp140,4 triliun hingga Juni 2026. Portofolio tersebut terdiri dari kredit bank induk sebesar Rp111,1 triliun dan kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun.

Segmen konsumer masih menjadi penopang utama bisnis kredit dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun, atau sekitar 66,8% dari total kredit bank induk. Perseroan juga menjaga kualitas aset pada segmen tersebut dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,56%.

Selain mempertahankan dominasi kredit konsumer, bank bjb juga terus memperluas pembiayaan nonkonsumer, terutama melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Perseroan menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih akan tumbuh seiring berlanjutnya berbagai proyek pembangunan dan pelayanan publik.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp160,9 triliun hingga akhir Juni 2026. Perseroan terus mendorong peningkatan dana murah (CASA) melalui kerja sama payroll, peningkatan transaksi nasabah, dan penguatan layanan digital.

Baca Juga: Fleksibilitas Permodalan Jadi Keunggulan Utama Jamkrida Berbadan Hukum Perseroda

Sementara itu, transformasi digital juga terus berlanjut. Melalui aplikasi DIGI bank bjb, pembukaan rekening secara digital kini mencapai sekitar 12.000 rekening baru setiap bulan, yang diharapkan dapat memperluas basis nasabah sekaligus memperkuat penghimpunan dana murah.

Adapun secara konsolidasi, total aset Grup bjb mencapai Rp228,2 triliun pada semester I-2026. Perusahaan anak menyumbang aset sebesar Rp44,2 triliun, atau sekitar 19,4% dari total aset grup.

Memasuki semester II-2026, bank bjb akan tetap berfokus pada penguatan dana murah, optimalisasi bisnis payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, serta percepatan transformasi digital untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News