Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 20,7% hingga Kuartal III 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 45,5 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut tumbuh 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba sejalan dengan ekspansi kredit dan peningkatan pendapatan perseroan. Pada saat yang sama, total aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp 2.404,1 triliun, tumbuh 20,1% secara tahunan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita W. Anggraini mengatakan, penyaluran kredit terus tumbuh dan diimbangi dengan peningkatan dana pihak ketiga (DPK).


Baca Juga: Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 18,64% yoy pada Mei 2026

Hingga September 2026, kredit secara bank only mencapai Rp 1.605,83 triliun, tumbuh 16% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11,6%.

Sementara itu, DPK meningkat 17,7% secara tahunan menjadi Rp 1.750 triliun. Meski demikian, perseroan tetap mencermati kondisi likuiditas yang menantang.

“Ke depan, pertumbuhan DPK tetap menjadi prioritas utama kami mengingat kondisi likuiditas yang cukup menantang,” ujar Novita dalam paparan kinerja Bank Mandiri kuartal III-2026, Jumat (23/10/2026).

Dari sisi likuiditas, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) Bank Mandiri secara bank only tercatat 91,2%. Rasio ini lebih rendah dibandingkan posisi 92,6% pada periode yang sama tahun lalu.

Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 0,98% dari 1,03% pada September 2025.

Novita menilai, pertumbuhan kredit dan DPK yang diikuti perbaikan kualitas aset serta pengelolaan likuiditas secara hati-hati menjadi penopang bagi keberlanjutan bisnis perseroan.

Baca Juga: Laba Bank Mandiri (BMRI) Tumbuh 18,9% pada April 2026

“Dengan kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK yang kuat, kualitas aset yang sehat, serta pengelolaan likuiditas yang prudent, kami optimistis Bank Mandiri memiliki fundamental yang solid untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.

Selain menjaga pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri juga berupaya memberikan nilai tambah kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.

Sepanjang 2026, perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp 50,6 triliun, termasuk dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp 6,16 triliun.

Menurut Novita, pembagian dividen tersebut merupakan bagian dari upaya manajemen menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, kekuatan permodalan, dan pemberian imbal hasil yang berkelanjutan kepada investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News