KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 24,4% secara tahunan (year on year/yoy). Bank menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit, kualitas aset yang tetap terjaga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan, salah satu pendorong utama kenaikan laba adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,1% yoy menjadi Rp 1.710 triliun. Keberhasilan pihaknya menghimpun dalam dana itulah, kata Novita, yang kemudian mendorong penyaluran menjadi kredit tumbuh 19,9% yoy menjadi Rp 1.592 triliun.
Laba Bank Mandiri Melesat 24,4% yoy pada Semester I-2026, Ini Penyebabnya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 30,4 triliun pada semester I 2026 atau tumbuh 24,4% secara tahunan (year on year/yoy). Bank menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit, kualitas aset yang tetap terjaga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menjelaskan, salah satu pendorong utama kenaikan laba adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 17,1% yoy menjadi Rp 1.710 triliun. Keberhasilan pihaknya menghimpun dalam dana itulah, kata Novita, yang kemudian mendorong penyaluran menjadi kredit tumbuh 19,9% yoy menjadi Rp 1.592 triliun.