Laba Bank Mega tetap melesat biarpun kredit seret



Jakarta. PT Bank Mega Tbk sampai kuartal 3 2016 ini mencatatkan kinerja yang cukup bagus. Laba bersih naik 34,71% year on year (yoy) menjadi Rp 1,14 triliun.

Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada (8/11) tercatat kenaikan laba bersih ini karena naiknya bunga bersih melebihi kenaikan beban operasional selain bunga.

Pendapatan bunga bersih naik 30,32% yoy menjadi Rp 2,6 triliun. Sedangkan untuk beban operasional hanya naik 21,56% yoy menjadi Rp 1,4 triliun.


Kenaikan beban operasioal tercatat sebagian besar disumbangkan oleh tenaga kerja dan biaya pencadangan kredit. Pencadangan yang dialokasikan bank sampai kuartal 3 2016 tercatat sebesar Rp 611 miliar atau naik tipis 7,95% yoy.

Kenaikan pencadangan ini salah satunya adalah karena kredit bermasalah atau net performing loan (NPL) gross yang masih naik 55 bps yoy menjadi Rp 3,43%.

“Tercatat kredit yang berhasil disalurkan sampai kuartal 3 2016 sebesar Rp 27,97 triliun,” ujar Kostaman Thayib, Direktur Utama Bank Mega dalam laporan keuangan publikasi, Selasa (8/11).

Jika dibandingkan tahun lalu secara yoy, penyaluran kredit Bank Mega turun 16,89% yoy. Manajemen belum merinci apa yang menyebabkan penurunan kredit ini.

Seiring dengan penyaluran kredit yang turun tercatat DPK bank juga mengalami penurunan 6,72% yoy. Penurunan ini disebabkan karena penurunan deposito.

Dari sisi aset, karena faktor kredit, tercatat aset hanya naik tipis 0,76% yoy menjadi Rp 62,16 triliun dengan modal inti sebesar 11,06 atau masuk BUKU III. CAR masih tercatat diangka 25,92%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News