KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil menjaga laju profitabilitasnya di awal triwulan II tahun ini, meski pertumbuhannya terbatas. Hingga April 2026, bank berkode saham BBCA ini hanya mampu menumbuhkan laba bersih secara
bank only sebesar 3% secara tahunan (
year-on-year/yoy) menjadi 20,81 triliun. Jika ditelisik, capaian tersebut selaras dengan pendapatan bunga bersih (
net interest income/NII) bank yang terkoreksi tipis 0,3% yoy menjadi Rp 26,18 triliun.
Tak heran, pendapatan bunga bank memang cuman naik 0,63% yoy menjadi Rp 30,53 triliun padahal beban bunganya naik 6,62% yoy menjadi Rp 4,35 triliun.
Baca Juga: Bank Asing Masih Punya Porsi Signifikan di Perbankan RI Di sisi operasional, bank sebenarnya sudah mengurangi beban
impairment sebesar 16,24% yoy menjadi Rp 1,06 triliun. Itu menjadi salah satu yang mendorong turun beban operasional bank hingga 50,36% yoy menjadi Rp 895,95 miliar. Kendati begitu, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi bank yang tumbuh 9,54% yoy menjadi Rp 6,72 triliun tak mampu mengompensasi penurunan sejumlah pos pendapatan operasional lain, di antaranya penurunan pendapatan dividen 11,65% yoy menjadi Rp 1,92 triliun. Belum lagi, dalam periode ini bank mencatatkan kerugian dari penurunan nilai wajar aset keuangan sebesar Rp 102,03 miliar. Padahal April 2025, BCA masih mencatatkan keuntungan dari kenaikan nilai wajar aset keuangan sebesar Rp 426,45 miliar. Alhasil, laba operasional bank hanya tumbuh 3,39% yoy menjadi Rp 25,28 triliun.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank juga tumbuh lebih terbatas, yakni 4,54% yoy menjadi Rp 965,01 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) bank tumbuh 7,69% yoy menjadi Rp 1.236,05 triliun. Pertumbuhan DPK utamanya ditopang dana murah. Yang mana, giro bank tumbuh 15,68% yoy menjadi Rp 422,68 triliun dan tabungan tumbuh 6,87% yoy menjadi Rp 626,14 triliun. Sementara itu, deposito justru turun 4,71% yoy menjadi Rp 187,22 triliun.
Baca Juga: Ketidakpastian Perekonomian Turut Pengaruhi Kinerja Pembiayaan Industri LKM Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News