KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ABM Investama Tbk (ABMM) meraih kinerja yang tangguh di tengah tantangan industri pertambangan. Emiten ini membukukan pendapatan konsolidasian yang relatif stabil sebesar US$ 506,2 juta pada semester I-2026 atau menurun tipiss 0,1% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Terlepas dari itu, ABMM mencatat kenaikan EBITDA yang disesuaikan sebesar 6,4% year on year (yoy) menjadi US$ 346,9 juta dan pertumbuhan laba bersih sebesar 41,9% yoy menjadi US$ 39,9 juta pada semester I-2026. Hal ini didorong oleh peningkatan volume penjualan batubara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan. Volume coal getting ABMM turut meningkat 14,2% yoy menjadi 17,9 juta ton pada semester I-2026, terutama didorong oleh peningkatan produksi pada salah satu lokasi operasi di Kalimantan Selatan. Di sisi lain, volume overburden removal perusahaan turun 12,6% yoy menjadi 98 juta bank cubic meter (bcm) pada semester I-2026. Baca Juga: Pendapatan Melesat 121,58%, Aman Agrindo (GULA) Kembali Cetak Laba di Semester I-2026 ABMM mengalami kenaikan volume penjualan batubara secara tahunan yang didorong oleh ramp-up produksi di lokasi tambang Aceh selama kuartal II-2026, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu, bisnis perdagangan bahan bakar ABMM mencatat volume penjualan sebesar 141,9 juta liter pada semester I-2026. Bisnis logistik ABMM juga mempertahankan kinerja yang solid dengan tingkat on time delivery sebesar 95,6%. Begitu pula dengan bisnis jasa dan fabrikasi yang mencatat kinerja stabil dengan tingkat on time in full delivery sebesar 84,7%. Manajemen ABMM menjelaskan, sepanjang semester I-2026, ABMM mempercepat produksi dari operasi tambang di Aceh untuk memanfaatkan membaiknya kondisi pasar batubara, sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perusahaan untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026. Periode tersebut juga diwarnai oleh tingginya harga bahan bakar yang dipicu oleh ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Namun demikian, kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga jual batubara yang mendukung strategi peningkatan produksi ABMM pada kuartal kedua tahun 2026. ABMM juga terus menerapkan pengelolaan biaya yang disiplin sehingga mampu menangkap peluang dari kondisi pasar batubara yang kondusif. Selain itu, stabilisasi kinerja bisnis jasa kontraktor pertambangan turut memberikan kontribusi melalui perbaikan berbagai indikator operasional. Sebagai hasilnya, ABMM membukukan kinerja keuangan dan operasional yang tetap solid, mencerminkan ketangguhan ekosistem bisnis perusahaan di tengah dinamika kondisi pasar. Pada lini bisnis logistik, anak usaha ABMM berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama (A-list customer), yang memberikan dukungan kuat terhadap keberlanjutan operasional perusahaan pada masa mendatang. Memasuki paruh kedua tahun 2026, ABMM memperkirakan momentum peningkatan produksi dari operasi di Aceh akan terus berlanjut. ABMM juga tengah melanjutkan proses perizinan untuk aset tambang batubara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.
ABMM Chart by TradingView