KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra International Tbk (
ASII) mencatatkan penurunan kinerja pada periode Januari hingga September 2026, terutama dari sisi laba bersih. Emiten di sektor otomotif ini membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 21,6 triliun per kuartal III-2026. Perolehan tersebut turun 11,73% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan dengan Rp 24,47 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Baca Juga: Diversifikasi Aset, Investor Ajaib Paling Minati Saham AS dan Obligasi Negara Laba per saham dasar dan dilusian ASII turun menjadi Rp 541 per saham, dibandingkan dengan Rp 605 per saham pada periode Januari–September 2025. Sementara itu, pendapatan bersih ASII mengalami kenaikan tipis 0,1% menjadi Rp 243,83 triliun, dari sebelumnya Rp 243,6 triliun. Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak diikuti oleh pertumbuhan laba bruto. Astra membukukan laba bruto sebesar Rp 52,01 triliun, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Rp 52,25 triliun pada Januari–September 2025. Dari sisi beban, beban penjualan ASII meningkat menjadi Rp 10,41 triliun dari Rp 8,50 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 16,94 triliun, naik dari Rp 15,36 triliun. Beban keuangan Astra juga meningkat menjadi Rp 2,84 triliun dibandingkan dengan Rp 2,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, perusahaan mencatatkan penghasilan bunga sebesar Rp 2,55 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan Rp 2,77 triliun pada Januari–September 2025. Sebelum memperhitungkan pajak penghasilan, laba ASII tercatat sebesar Rp 30,01 triliun, turun dari Rp 36,82 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp 5,94 triliun, Astra membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 24,07 triliun. Berdasarkan neraca keuangannya, jumlah aset ASII mencapai Rp 525,71 triliun per akhir September 2026, meningkat dari posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 507,36 triliun.
Baca Juga: Rupiah Nyaris Cetak Rekor Terlemah, Kepercayaan Investor Asing Terus Memudar Jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat Rp 227,82 triliun dan Rp 297,89 triliun. Adapun total saldo kas dan setara kas akhir periode mencapai Rp 52,68 triliun per akhir kuartal III-2026, menurun dari posisi yang sama tahun sebelumnya Rp 54,69 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News