Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Naik 22,6% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I tahun 2026, baik dari top line maupun bottom line.

Pada semester I tahun 2026, Astra Otoparts membukukan laba bersih sebesar Rp 1,2 triliun, tumbuh 22,6%  dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 939,0 miliar.

Sejalan dengan itu, dari top line, pendapatan bersih AUTO meningkat 13,2% secara year on year (yoy) menjadi Rp 10,9 triliun dari Rp 9,6 triliun pada semester pertama tahun lalu.


Baca Juga: TransTrack Gandeng Kawasan Industri Medan Kembangkan Kawasan Berbasis AI dan IoT

Presiden Direktur Astra Otoparts Yusak Kristian Solaeman mengatakan, capaian ini mencerminkan resiliensi fundamental pihaknha di tengah dinamika kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Adapun, ia memerinci pertumbuhan pendapatan dan laba bersih tersebut ditopang oleh segmen manufaktur dan segmen perdagangan. 

Pertumbuhan segmen manufaktur didukung oleh peningkatan permintaan komponen kendaraan dari Original Equipment Manufacturer (OEM) seiring meningkatnya permintaan pasar kendaraan roda dua maupun roda empat. Sementara, pada segmen perdagangan, pertumbuhan kinerja AUTO didukung oleh portofolio produk aftermarket yang semakin lengkap, permintaan pasar domestik yang kuat didukung jaringan distribusi dan ritel AUTO, serta ekspor yang tetap tumbuh.

“Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur dan meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan penambahan portofolio produk di segmen aftermarket agar kami dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Yusak Kristian dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Dari sisi neraca, total aset perusahaan mencapai Rp 23,9 triliun, meningkat 5,6% dibandingkan dengan Rp 22,6 triliun dari posisi akhir tahun 2025.

Struktur keuangan perusahaan juga tetap terjaga dengan total ekuitas sebesar Rp17,2 triliun, sehingga memberikan fondasi yang kuat untuk mendukung kegiatan usaha maupun rencana ekspansi ke depan.

Segmen manufaktur menopang kinerja

Pendapatan bersih dari segmen manufaktur Astra Otoparts mencapai Rp 5,6 triliun pada semester I-2026, tumbuh 11,6% yoy dibandingkan Rp 5,0 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: GIIAS 2026 Segera Digelar Pekan Ini, Simak Fasilitas Gratis untuk Pengunjung

Sebagai bagian dari upaya memperluas basis pelanggan, perusahaan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai produsen otomotif dengan memasok komponen kepada pelanggan OEM baru. 

"Ke depan, perusahaan akan terus memperluas basis pelanggan melalui pengembangan kerja sama dengan berbagai produsen otomotif," kata Yusak Krisrian.

Ia melanjutkan, pihaknya juga terus mengembangkan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts, serta memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik melalui merek ALTRO sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik.

Di luar sektor otomotif, AUTO terus memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya. 

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat portofolio usaha perusahaan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Segmen perdagangan turut terdorong

Pada periode yang sama, segmen perdagangan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun, meningkat 15,1% yoy dibandingkan Rp 4,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Hingga semester I-2026, AUTO didukung oleh jaringan distribusi yang luas melalui 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: Laba OKAS Anjlok 81,91% Jadi US$ 1,06 Juta, Saat Pendapatan Naik di Semester I-2026

Guna mendekatkan layanan kepada pelanggan, AUTO juga terus memperluas jaringan ritel modern, hingga total gerai yang dioperasikan perusahaan kini telah mencapai 667 gerai. 

AUTO juga mengembangkan platform www.astraotoshop.com yang mengintegrasikan layanan online dan offline (O2O), sehingga pelanggan dapat melakukan pembelian produk secara daring sekaligus memperoleh layanan pemasangan produk di jaringan ritel.

"Dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, hingga semester I-2026, perusahaan juga telah mengoperasikan 70 unit Astra Otopower di 60  lokasi strategis di Indonesia," imbuh Yusak Kristian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News