KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengawali 2026 dengan lonjakan kinerja signifikan. Berdasarkan laporan keuangan bulanan per Januari 2026, laba bersih BTN melesat 578% secara tahunan (
year on year/yoy) menjadi Rp 230 miliar, dari Rp 34 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 17,08% yoy. Di saat yang sama, beban bunga berhasil ditekan 14,53% yoy. Alhasil, pendapatan bunga bersih atau
net interest income (NII) melonjak 79,46% yoy.
Baca Juga: Laba Bersih Bank Mandiri (BMRI) Naik 16% Jadi Rp 4,65 Triliun di Januari 2026 Dari sisi intermediasi, dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 11,52% yoy menjadi Rp 362,77 triliun dalam periode inj. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat 9,30% yoy menjadi Rp 341,45 triliun.
Pertumbuhan tersebut mendorong total aset BTN naik 12,26% yoy menjadi Rp 448,34 triliun pada akhir Januari 2026. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu sendiri menyatakan optimistis kinerja perseroan akan terus membaik sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Bank BJB Catat Laba Bersih Rp 1,14 Triliun hingga Kuartal III 2025 BTN menargetkan laba bersih tumbuh sekitar 22% hingga akhir 2026, sejalan dengan penguatan neraca dan strategi transformasi bisnis, termasuk ekspansi beyond KPR dan pengembangan superapps.
“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” ujar Nixon dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News