KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar 4,9% secara tahunan atau
year on year (YoY) menjadi Rp57,5 triliun per Desember 2025. Hal ini salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih (
net interest income) BCA yang tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY. “BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif," ungkap Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong saat paparan kinerja perseroan, Selasa (27/1).
Dari sisi intermediasi, BCA mencatat pertumbuhan total kredit 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025.
Baca Juga: Zurich Life Rilis Produk Proteksi 141 Penyakit Kritis Lewat Zurich Critical Care Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp1.045 triliun. "Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” kata Hendra. Kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional. Pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025. Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun. Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara 25,8% terhadap total portofolio pembiayaan. Hal ini didukung meningkatnya pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga 2x lipat YoY menjadi Rp6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 53% YoY mencapai Rp3,6 triliun. BCA telah menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha Kartini, menawarkan bunga spesial mulai 3,21% eff. p.a., mendukung komunitas perempuan pengusaha. Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio
loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% dibandingkan 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7% dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%. Rasio
cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba perseroan. Per Desember 2025, total DPK BCA tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp1.249 triliun. Total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17% YoY mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19% YoY. “Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat," ujar Hendra. BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas. Terkini, myBCA dapat diakses di smartwatch berbasis WearOS dan Apple. myBCA juga sudah dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin, dan poket rupiah yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk mengelola berbagai kebutuhan dalam satu rekening. "Kami juga mengimplementasikan penggunaan
Artificial Intelligence untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan
fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional,” imbuh Hendra Lembong.
Baca Juga: Binadigital Bank INA Luncurkan Fitur Investasi Emas Digital Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News