Laba Bersih Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) Ambles 20%, Ini Pemicunya



 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba bersih PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sepanjang 2023 mengalami tekanan karena ada beberapa pos beban yang meningkat dan menciutnya penghasilan operasi lainnya. 

CPIN mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,31 triliun. Ini turun 20,82% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 2,92 triliun di 2022. 

Padahal, emiten unggas ini berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 8,35% YoY menjadi Rp 61,61 triliun. Pada 2022, CPIN meraup pendapatan neto Rp 56,86 triliun. 


Baca Juga: Sepanjang 2023, Charoen Pokphand (CPIN) Catatkan Penjualan Bersih Rp 61,6 Triliun

Kinerja CPIN masih ditopang oleh penjualan ayam pedaging sebesar Rp 31,73 triliun yang terkoreksi 0,73% secara tahunan. Kemudian penjualan pakan berkontribusi sebesar Rp 16,52 triliun selama 2023.

Penjualan dari segmen ayam olahan menyumbang Rp 10,01 triliun dari total penjualan CPIN. Penjualan anak ayam usaha sehari alias day old chicken (DOC) dan lain-lainya masing-masing berkontribusi Rp 1,82 triliun dan Rp 1,52 triliun. 

 
CPIN Chart by TradingView

Beban pokok penjualan CPIN terpantau juga meningkat 9,48% secara tahanan menjadi Rp 53,24 triliun di 2023. Padahal pada tahun sebelumnya, beban pokok penjualan sebesar Rp 48,72 triliun. 

Baca Juga: Harga Jagung Diprediksi Naik, Begini Dampaknya Bagi Emiten Poultry

Pertumbuhan penjualan bersih CPIN juga tertekan oleh pos beban penjualan yang meningkat 10,38% secara tahunan menjadi Rp 2,35 triliun. Pos beban umum dan administrasi CPIN juga ikut naik 8,26% menjadi Rp 1,97 triliun.

Di 2022, CPIN mendapatkan pundi-pundi tambahan dari penghasilan operasi lainnya sebesar Rp 513,95 miliar. Namun pada 2023, pos ini turun 80,53% secara tahunan menjadi Rp 100,04 miliar. 

Di sisi lain, total aset CPIN terpantau meningkat dari Rp 39,94 triliun per 31 Desember 2022 menjadi Rp 40,97 triliun. Jumlah liabilitas CPIN juga ikut naik 3,12% secara tahunan menjadi Rp 13,94 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli