KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Citra Borneo Utama Tbk (
CBUT) mencatatkan kenaikan laba bersih di saat pendapatan turun pada periode tiga bulan pertama tahun 2026. Sepanjang kuartal I-2026, emiten pengolahan minyak sawit ini membukukan laba periode berjalan sebesar Rp 45,97 miliar. Angka tersebut meningkat 11,5% dibandingkan capaian kuartal I-2025 yang sebesar Rp 41,21 miliar. Pertumbuhan laba bersih ini turut mendorong kenaikan laba per saham dasar (EPS) menjadi Rp 14,71 per saham dari sebelumnya Rp 13,19 per saham pada periode tahun lalu.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat pada Rabu (29/4) Pagi, GOTO, INCO, ASII Jadi Top Gainers LQ45 Peningkatan laba ini didorong oleh penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp 2,81 triliun dari Rp 2,90 triliun pada tiga bulan pertama tahun 2025. Hal ini pun menghasilkan laba bruto sebesar Rp 559,30 miliar, tumbuh 13,9% dibandingkan Rp 490,81 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan CBUT turun 0,5% dari Rp 3,39 triliun menjadi Rp 3,37 triliun per Maret 2026. Pendapatan perseroan didominasi oleh penjualan kepada pihak berelasi yang memiliki porsi signifikan dalam struktur operasional. Secara spesifik, rincian pembelian neto dari pihak berelasi mencakup transaksi dengan PT Sawit Mandiri Lestari senilai Rp 565,21 miliar, setara dengan 22% dari total penjualan). Sisanya sebesar 13% penjualan kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk senilai Rp 349,56 miliar.
Hingga 31 Maret 2026, total aset CBUT tercatat sebesar Rp 4,03 triliun, sedikit menurun dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 4,11 triliun. CBUT mencatatkan posisi kas menjadi Rp 342,31 miliar, meningkat dari Rp 284,83 miliar pada akhir tahun 2025. Total ekuitas CBUT tumbuh menjadi Rp 1,16 triliun dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 1,11 triliun. Total liabilitas mengalami penurunan menjadi Rp 2,87 triliun dibandingkan Rp 3 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitas jangka pendek mendominasi dengan nilai Rp 2,17 triliun, di mana pinjaman bank jangka pendek tercatat sebesar Rp 1,35 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News