KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan lonjakan laba bersih di tahun lalu. Emiten jasa pertambangan terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun pada tahun 2025, melonjak hampir 80 kali lipat dari laba bersih dari tahun sebelumnya sebesar Rp 55,2 miliar. Kenaikan laba ini didukung oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp 6,4 triliun, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini seiring meningkatnya kapasitas in-house fleet dan implementasi efisiensi operasional di seluruh proyek. Peningkatan pendapatan ini juga didorong oleh kenaikan volume produksi DEWA, di mana waste removal naik menjadi 138,6 juta bcm naik 3,2% YoY dengan volume produksi batubara sebesar 17 juta ton, turun 1,5% YoY. Di periode yang sama, margin laba kotor DEWA meningkat tajam dari 7,3% menjadi 15,1%. Ini sejalan dengan realisasi laba kotor DEWA naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 962,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 439,5 miliar.
Laba Bersih Darma Henwa (DEWA) Melonjak 80 Kali Lipat Jadi Rp 4,3 Triliun di 2025
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan lonjakan laba bersih di tahun lalu. Emiten jasa pertambangan terintegrasi ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4,3 triliun pada tahun 2025, melonjak hampir 80 kali lipat dari laba bersih dari tahun sebelumnya sebesar Rp 55,2 miliar. Kenaikan laba ini didukung oleh peningkatan pendapatan menjadi Rp 6,4 triliun, naik 6% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini seiring meningkatnya kapasitas in-house fleet dan implementasi efisiensi operasional di seluruh proyek. Peningkatan pendapatan ini juga didorong oleh kenaikan volume produksi DEWA, di mana waste removal naik menjadi 138,6 juta bcm naik 3,2% YoY dengan volume produksi batubara sebesar 17 juta ton, turun 1,5% YoY. Di periode yang sama, margin laba kotor DEWA meningkat tajam dari 7,3% menjadi 15,1%. Ini sejalan dengan realisasi laba kotor DEWA naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 962,2 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 439,5 miliar.