Laba Bersih DBS Kuartal IV 2025 Meleset, Bank Waspadai Tekanan Suku Bunga 2026



KONTAN.CO.ID - Bank terbesar Singapura, DBS Group, pada Senin (9/2/2026) melaporkan laba bersih kuartal IV-2025 yang turun 10% dan meleset dari perkiraan analis, seiring tekanan dari penurunan margin bunga bersih.

Manajemen juga memperkirakan laba bersih tahun ini akan sedikit lebih rendah dibandingkan 2025, dengan tantangan suku bunga masih membayangi hingga 2026.

Melansir Reuters, DBS yang juga merupakan bank terbesar di Asia Tenggara dari sisi aset membukukan laba bersih periode Oktober–Desember sebesar S$2,26 miliar, turun dari S$2,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Baca Juga: Kota Bulan SpaceX: Target Baru Elon Musk Kurang dari 10 Tahun

Capaian ini berada di bawah estimasi rata-rata analis sebesar hampir S$2,55 miliar, berdasarkan data LSEG.

Menanggapi laporan tersebut, saham DBS turun 1,5% ke S$58,41 sesaat setelah perdagangan dibuka pada Senin, sementara indeks acuan domestik Singapura tercatat bergerak tipis menguat.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) grup, yang menjadi indikator utama profitabilitas perbankan, turun menjadi 1,93% dari 2,15% pada kuartal IV-2024, terdampak penurunan suku bunga domestik.

Imbal hasil ekuitas (return on equity/ROE) juga melemah menjadi 13,5%, dari sebelumnya 15,8%.

Baca Juga: Bangladesh Gelar Pemilu Pertama di Dunia yang Terinspirasi Generasi Z

Di sisi lain, bisnis wealth management DBS mencatat kinerja solid. Aset kelolaan (assets under management/AUM) segmen ini tumbuh 19% secara mata uang konstan menjadi rekor baru S$488 miliar pada kuartal IV.

Dalam paparan kinerja, CEO DBS Tan Su Shan menyampaikan bahwa pendapatan bunga bersih grup pada 2026 diperkirakan sedikit lebih rendah dibandingkan 2025, dengan asumsi suku bunga overnight Singapura (SORA) rata-rata sekitar 1,25%, adanya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed, serta penguatan dolar Singapura.

Laba bersih tahunan DBS pada 2026 juga diproyeksikan lebih rendah dibandingkan 2025.

Dari sisi kualitas aset, pencadangan kredit bermasalah melonjak 81% menjadi S$415 juta pada kuartal IV, terutama terkait eksposur sektor properti.

Namun demikian, DBS juga melakukan pembalikan (write-back) cadangan umum sebesar S$206 juta, termasuk cadangan yang sebelumnya disiapkan untuk eksposur tersebut.

Baca Juga: Emas dan Perak Lanjutkan Penguatan Senin (9/2) Pagi, Seiring Melemahnya Dolar AS

Untuk pemegang saham, DBS mengumumkan pembagian dividen reguler sebesar S$0,66 per saham dan dividen pengembalian modal sebesar S$0,15 per saham untuk kuartal IV.

DBS menjadi bank pertama di Singapura yang merilis kinerja pada musim laporan keuangan ini.

Dua bank besar lainnya, United Overseas Bank (UOB) dan Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC), dijadwalkan mengumumkan hasil kinerjanya masing-masing pada 24 dan 25 Februari.

Selanjutnya: Kota Bulan SpaceX: Target Baru Elon Musk Kurang dari 10 Tahun

Menarik Dibaca: Katalog Promo Alfamidi Hemat Satu Pekan 9-15 Februari 2026, Es Krim Beli 2 Hemat!