Laba Bersih Garudafood (GOOD) Naik 10,28% pada 2025, Ini Pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) membukukan kinerja keuangan yang positif pada 2025, baik dari top line maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten makanan minuman (mamin) tersebut mencatat penjualan bersih yang meningkat 7,28% year-on-year (yoy) ke level Rp 13,12 triliun, dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 12,23 triliun.

Sementara itu, laba bersih Garudafood sepanjang 2025 naik 10,28% yoy dari Rp 624,47 miliar ke Rp 688,65 miliar.


Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana mengatakan, kinerja perusahaan tahun lalu merupakan hasil dari sinergi seluruh unit kerja dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif.

Baca Juga: Begini Strategi Telkom (TLKM) Group Demi Upayakan Keamanan Siber Pengguna

"Hal ini diwujudkan melalui inovasi produk, pengembangan saluran distribusi, efektivitas value creation program (VCP), transformasi digital, optimalisasi operasional, serta kolaborasi strategis," ujarnya kepada Kontan, Senin (13/4/2026).

Dian mengungkap, kinerja positif tersebut ditopang oleh kontribusi kategori produk siap saji, biskuit, serta keju dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU).

Pada tahun ini, Dian bilang perusahaan belum ada rencana untuk kembali melakukan aksi korporasi. Namun, GOOD akan melanjutkan kemitraan dengan perusahaan pemasar keju Bel SA. "Langkah ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah diinisiasi sejak tahun lalu," jelasnya.

Dari sisi produk, Dian menyebut perusahaan akan terus melakukan penguatan inovasi produk dengan mempersiapkan produk-produk anyar. Adapun sejumlah produk varian baru tersebut, kata dia, akan mengikuti selera dan insight konsumen saat ini.

Dengan memanfaatkan momentum konsumsi domestik yang diprediksi tumbuh di kisaran 5,0% hingga 5,4%, Dian menyebut pihaknya juga berkomitmen menjaga daya saing melalui efisiensi biaya.

Baca Juga: Di Tengah Tekanan Bisnis, Inisiatif Sustainability Tak Cukup Dengan Simbolik

"Kami juga akan melakukan alternatif sourcing bahan baku dan bahan kemas, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten," katanya.

Dengan begitu, GOOD berharap tetap dapat meraih pertumbuhan kinerja tahun ini dengan target pertumbuhan yang realistis, meskipun tak memerinci besaran target.

"Di tengah gejolak geopolitik global, fluktuasi harga utamanya bahan kemas, bahan baku, dan biaya energi, perusahaan tetap menargetkan untuk tetap tumbuh," ujar Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News