Laba Bersih Harita Nickel (NCKL) Naik 23,8% hingga Kuartal III 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) berhasil tumbuh sepanjang periode Januari-September 2023. Hal ini tercermin dari kenaikan laba bersih dan pendapatan NCKL di periode ini.

Melansir laporan keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (1/12), emiten pertambangan nikel ini membukukan laba bersih senilai Rp 4,64 triliun. Realisasi ini naik 23,8% dari laba bersih NCKL di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,60 triliun.

Akibatnya, laba bersih per saham NCKL naik menjadi Rp 74,35 dari sebelumnya Rp 65,43 per saham.


Naiknya laba bersih sejalan dengan naiknya pendapatan. Emiten terafiliasi Grup Harita ini membukukan pendapatan senilai Rp 17,29 triliun, naik 135,13% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 7,35 triliun.

Baca Juga: Harita Nickel (NCKL) Akuisisi Perusahaan Tambang Nikel Baru, Berapa Nilainya?

Pendapatan dari segmen pengolahan nikel menjadi tulang punggung NCKL yang nilainya mencapai Rp 14,86 triliun. Disusul segmen penambangan nikel senilai Rp 2,43 triliun.

Di sisi lain, sejumlah beban NCKL ikut mendaki sejalan dengan kenaikan pendapatan. Misalkan, beban pokok pendapatan yang naik 210,3% menjadi Rp 11,16 triliun dari sebelumnya Rp 3,59 triliun. Beban penjualan juga naik 31,14% menjadi Rp 54,19 miliar. Sedangkan beban umum dan administrasi melonjak 71,70% menjadi Rp 998,82 miliar dari sebelumnya hanya Rp 581,71 miliar.

Namun, NCKL membukukan kenaikan pos pendapatan lainnya yakni sebesar Rp 346,16 miliar. Sebagian besar pendapatan  lainnya disumbang oleh selisih kurs sebesar Rp 346,16 miliar.

Asal tahu, emiten nikel  ini mengakuisisi 99% saham PT Gane Tambang Sentosa, sebuah Perusahaan tambang nikel yang berlokasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Akuisisi dengan nilai transaksi sebesar Rp 7,9 miliar ini akan meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel menjadi 302 juta wet metrik ton (wmt). 

“Sehingga menjadikan Harita Nickel sebagai perusahaan tambang nikel terbesar ke-5 di Indonesia berdasarkan sumber daya,” terang Franssoka, Corporate Secretary NCKL, Jumat (1/12).

Baca Juga: PP Properti (PPRO) Gandeng Voltron untuk Sediakan Layanan Charging Station

Per akhir November 2023, NCKL memiliki estimasi cadangan bijih nikel sekitar 302 juta wmt. Dengan melakukan eksplorasi lebih lanjut pada 4 tambang yang dimiliki yaitu PT Obi Anugerah Mineral, PT Jikodolong Mega Pertiwi, PT Karya Tambang Sentosa, dan PT Gane Tambang Sentosa, cadangan bijih nikel yang dibutuhkan oleh anak usaha NCKL akan meningkat.

Pada saat yang bersamaan, perusahaan nikel terintegrasi terbesar di Indonesia  ini juga meningkatkan kepemilikan saham di PT Gane Permai Sentosa ari semula 70% menjadi 99%. Selain dapat meningkatkan sumber daya dan cadangan bijih nikel, akuisisi senilai Rp 48,8 miliar ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi finansial terhadap NCKL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi