Laba Bersih Hatten Bali (WINE) Turun 21% di Semester I-2026, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan penjualan PT Hatten Bali Tbk (WINE) belum dibarengi kenaikan laba bersih pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangannya, emiten produsen minuman beralkohol (minol) ini meraup penjualan bersih Rp 133,58 miliar, meningkat 2,2% year on year (yoy) dari Rp 130,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, di sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan atau laba bersih WINE turun 21,6% yoy dari Rp 17,92 miliar menjadi Rp 14,05 miliar. 


Baca Juga: Hatten Bali (WINE) Anggarkan Capex Rp 15 Miliar Sepanjang 2026, Ini Fokus Semester II

Direktur Keuangan WINE Ketut Sumarwan menjelaskan, penjualan WINE masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada semester I-2026 didukung oleh permintaan pasar cukup baik, terutama kedatangan turis asing ke Bali yang meningkat.

Sementara itu, ia mengungkap laba bersih tertekan oleh kenaikan harga bahan baku yang masih perlu diimpor. Di saat yang sama, perubahan cuaca juga disebut memicu peningkatan harga bahan baku lokal. 

"Harga bahan baku impor meningkat karena naiknya kurs mata uang asing. Sedangkan, kenaikan biaya bahan baku lokal juga terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen anggur," jelas Ketut kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).

Untuk mengoptimalkan kinerja di sisa tahun ini, Ketut mengungkap, WINE berupaya memperbanyak event-event tasting agar produk-produk WINE lebih dikenal.

"Kami akan memanfaatkan ruang penyimpanan wine (cellar) kami yang baru di Jakarta untuk melakukan strategi ini," jelas dia.

Untuk kota-kota lain, perusahaan akan memperkuat kerja sama dengan sub-distributor. Sementara di Bali sendiri, WINE akan melakukan kolaborasi dengan customer eksistingnya, seperti hotel, restoran, cafe, beach club, hingga bottleshop atau retailshop.

"Bersamaan dengan strategi peningkatan revenue, kami juga akan melakukan efisiensi biaya produksi & operasional untuk menjaga stabilitas margin," kata Ketut.

Baca Juga: Cinema XXI (CNMA) Optimistis Bisnis Bioskop Makin Solid, Ini Strateginya

Dengan begitu, perusahaan menargetkan masih dapat meraih peningkatan penjualan 5% hingga akhir tahun, meskipun pertumbuhan tersebut belum tampak di separuh pertama.

"Namun tetap akan kami usahakan di semester II-2026, mengingat peak season kedatangan turis asing serta launching beberapa produk baru akan terjadi pada periode ini," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News