Laba Bersih Rukun Raharja (RAJA) Melonjak 88% pada Semester I 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatatkan, pertumbuhan kinerja yang solid pada Semester I-2026. Laba bersih RAJA melonjak 88% secara tahunan menjadi US$ 28,9 juta dari US$ 15,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama RAJA Djauhar Maulidi mengatakan, capaian tersebut menjadi pijakan bagi perseroan untuk melanjutkan sejumlah inisiatif strategis guna memperkuat bisnis energi dan membuka sumber pertumbuhan baru.

"Arah pertumbuhan kami jelas: memperkuat bisnis yang telah kami kuasai, memperluas peran dalam rantai nilai energi, serta mempersiapkan langkah menuju energi terbarukan," ujar Djauhar dalam public expose secara daring, Kamis (10/9/2026).


Baca Juga: Kantongi Restu Kementerian ESDM, Ini Perubahan Pemegang Saham J Resources (PSAB)

Menurut dia, RAJA akan menjalankan lima proyek strategis dengan tahapan pengembangan yang berbeda. Perseroan juga mulai memperluas portofolio melalui investasi di proyek floating liquefied natural gas atau FLNG dan rencana akuisisi perusahaan pelayaran.

"Melalui investasi di proyek FLNG dan rencana akuisisi perusahaan pelayaran, kami memperluas portofolio usaha dan membangun sumber pendapatan baru bagi Perseroan," katanya.

Sepanjang semester I-2026, RAJA membukukan pendapatan US$ 131,2 juta, tumbuh 2,8% dari US$ 127,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan profitabilitas perseroan tercatat lebih tinggi. EBITDA RAJA meningkat 46,5% menjadi US$ 57,3 juta.

Kinerja tersebut ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya kontribusi proyek kompresor gas Sengkang yang telah memasuki tahap operasi komersial sejak Desember 2025.

Selain itu, peningkatan pendapatan investasi dari Blok Cepu seiring kenaikan harga minyak turut menopang kinerja. RAJA juga memperoleh kontribusi pendapatan investasi dari Grup Hafar serta keuntungan atas akuisisi participating interest di Blok Madura.

 
RATU Chart by TradingView

Sejalan dengan pengembangan bisnis, total aset RAJA juga meningkat. Pada akhir Juni 2026, total aset perseroan mencapai US$ 626,2 juta, naik dari US$ 477,6 juta pada akhir 2025.

Djauhar menambahkan, kelima proyek strategis tersebut akan dijalankan secara bertahap sebagai bagian dari rencana pertumbuhan jangka panjang perseroan.

"Kelima proyek ini kami jalankan secara bertahap sebagai bagian dari peta jalan pertumbuhan jangka panjang RAJA," jelasnya.

Di sisi pemegang saham, RAJA menetapkan total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 65 per saham. Jumlah tersebut terdiri atas dividen interim Rp25 per saham dan dividen final Rp 40 per saham, meningkat dibandingkan dengan total dividen Rp 60 per saham pada tahun buku sebelumnya.

RAJA juga telah melakukan stock split dengan rasio 1:5 pada Juli 2026. Aksi tersebut dilakukan untuk memperluas basis investor sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham RAJA di Bursa Efek Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News