Laba Bersih Triputra Agro (TAPG) Tumbuh 342% di Semester I-2022, Berikut Penopangnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan laba bersih Rp 1,84 triliun sampai dengan semester I-2022, tumbuh 342% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 416,76 miliar.

Presiden Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk Tjandra Karya Hermanto mengatakan, peningkatan laba bersih yang sangat signifikan disebabkan oleh produksi yang tinggi dibandingkan tahun lalu.

Hal ini dikarenakan iklim yang baik dan mayoritas umur tanaman kelapa sawit Perseroan berada pada usia produktif. Selain itu, peningkatan laba bersih juga didukung harga jual komoditas yang masih tinggi dan beban produksi yang masih terkontrol sehingga perseroan dapat mencetak kenaikan laba bersih yang cemerlang.


Baca Juga: Prospek Bisnis Tumbuh Subur, TAPG Ekspansi Pabrik Baru di Kalimantan Tengah

“Iklim yang baik pada tahun 2020 – 2021 mendorong peningkatan produksi yang sangat signifikan seiring umur tanaman yang masih berada di usia produktif, juga didukung dengan harga Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) yang masih tinggi, serta upaya Perseroan mengejar produktivitas, dan mengontrol beban produksi sehingga hasil yang diperoleh jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” jelas Tjandra dalam keterangan resminya, Senin (25/7).

Hingga 30 Juni 2022, total aset TAPG naik 14% yoy menjadi Rp 13,9 triliun yang disebabkan oleh kenaikan persediaan dan kepentingan dalam ventura bersama.

Sementara total kewajiban turun 9,4% yoy menjadi Rp 4,8 triliun yang dipicu pembayaran pinjaman dari bank yang langsung berdampak pada penurunan beban keuangan dan masih sejalan dengan program Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan. 

Terakhir, ekuitas TAPG meningkat 31,7% yoy mencapai Rp 9,1 triliun seiring peningkatan laba setelah pajak yang diperoleh Perseroan.

Tjandra menilai, keunggulan TAPG berasal dari umur tanaman yang mayoritas masih berada pada umur produktif dengan rata-rata mencapai 12,2 tahun per 30 Juni 2022. Dengan iklim yang kondusif selama dua tahun terakhir, maka perseroan yakin hal tersebut akan meningkatkan pertumbuhan produksi yang signifikan di tahun 2022.

"Selain itu, komitmen perseroan untuk menerapkan Best Agronomic Practices dan pemupukan yang optimal juga menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan produksi Perseroan di tahun 2022," sambungnya.

 
TAPG Chart by TradingView

Pada semester I 2022, harga komoditas masih berada pada level yang tinggi dan berpengaruh langsung pada kinerja Perseroan. Harga jual CPO meningkat hingga 69% akibat tingginya demand pada awal tahun 2022, sedangkan harga jual PK juga mengalami peningkatan harga yang hampir menyamai sebesar 68% pada pasar global.

Selain itu, adanya kendala logistik menyebabkan turunnya volume penjualan CPO hingga 6%. Namun, penjualan PK meningkat 13% akibat demand yang tinggi.  Karena peningkatan harga jual yang signifikan, maka penjualan CPO dan PK mencapai Rp 3,8 triliun dan Rp 742 miliar, atau meningkat masing-masing 59% dan 88% pada semester 1 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi