Laba bersih turun 26,77%, simak kinerja Gudang Garam (GGRM) hingga kuartal III-2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga kuartal III-2021 kurang meyakinkan. Walau berhasil mencetak kenaikan pendapatan, laba bersih Gudang Garam justru turun di periode Januari-September 2021 itu.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perusahaan pada Jumat (29/10), laba bersih Gudang Garam hingga September 2021 turun 26,77% secara tahunan (yoy).

Padahal di saat yang sama, pendapatan GGRM tercatat sebesar Rp 92,07 triliun. Realisasi itu tumbuh 10,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 83,37 triliun.


Berdasarkan produk, penjualan sigaret kretek mesin menjadi kontributor utama dengan membukukan Rp 84,57 triliun atau tumbuh 11,15% yoy. Selanjutnya disusul sigaret kretek tangan dengan kontribusi Rp 6,32 triliun, turun tipis atau 0,78% yoy.

Selanjutnya secara berurutan, berasal dari penjualan kertas karton sebesar Rp 1,13 triliun, lainnya sebesar Rp 28,11 miliar, dan rokok klobot sebesar Rp 15,18 miliar.

Baca Juga: Ada sentimen kenaikan cukai rokok, simak rekomendasi analis pada saham HMSP dan GGRM

 
GGRM Chart by TradingView

Beriringan dengan itu, biaya pokok penjualan Gudang Garam naik 16,02% menjadi Rp 81,67 triliun. Sehingga laba kotor Gudang Garam turun 19,95% yoy menjadi Rp 10,39 triliun.

Gudang Garam mencatatkan pendapatan lainnya sebesar Rp 242,87 miliar atau tumbuh 27,25% yoy. Namun, beban usaha hanya berhasil ditekan 3,61% menjadi Rp 5,33 triliun. Sehingga laba usaha GGRM tertekan menjadi Rp 5,32 triliun atau turun 30,27% yoy.

Alhasil, hingga kuartal III-2021 laba bersih Gudang Garam tercatat sebesar Rp 4,13 triliun. Realisasi itu turun 26,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,64 triliun.

Hingga September 2021, Gudang Garam memiliki total aset sebesar Rp 83,25 triliun atau naik 6,47% dari posisi Desember 2020. Rinciannya, total liabilitas sebesar Rp 25,53 triliun atau naik 29,85% dari Desember 2020 dan total ekuitas turun 1,36% dari posisi Desember 2020 menjadi Rp 57,72 triliun.

Adapun GGRM memiliki kas dan setara kas sebesar Rp 4,08 triliun atau turun 14,46% dari posisi Desember 2020 sebesar Rp 4,77 triliun.

Selanjutnya: Di tengah pandemi, PLN catatkan kenaikan jumlah pelanggan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari