Laba BFI Finance (BFIN) Turun 10,2% pada Sembilan Bulan Pertama 2023, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BFI Financial Indonesia Tbk (BFIN) mencatat adanya penurunan laba bersih sepanjang sembilan bulan tahun 2023.

Direktur Keuangan BFI Finance, Sudjono menyampaikan pihaknya membukukan sepanjang sembilan bulan tahun 2023 laba bersih BFIN turun sebesar 10,2% year on year (YoY) menjadi Rp 1,17 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,31 triliun.

Sudjono menjelaskan, pada saat pandemi pihaknya melakukan penyesuaian bisnis sehingga sampai kuartal I 2023 BFIN berhasil mencatatkan pertumbuhan yang kondusif. Namun pada kuartal II 2023, BFIN mengalami serangan siber dan merenggut sistem keamanan.


“Ini mengakibatkan terganggunya sistem dan operasional perusahaan sehingga kami harus mengembalikan semua koneksi, kemudian dari sisi kapabilitas dan accessibility terhadap seluruh sistem, seluruh aplikasi yang ada sehingga kami bisa kembali melakukan bisnis,” jelasnya.

Baca Juga: Aksi Borong Saham oleh Investor Asing ke Multifinance Indonesia Masih Semarak

Oleh karena itu, lanjut dia, BFIN fokus untuk meningkatkan kualitas aset dengan cara melakukan pengetatan di sisi booking, sehingga ini menyebabkan penurunan booking pembiayaan baru perusahaan.

“Kami yakin hari ini kondisi sudah kembali normal seluruh bisnis proses sudah berfungsi dan kami berharap ke depannya bisnis perusahaan kembali meningkat,” terangnya.

Sebagai informasi, BFIN berhasil menyalurkan pembiayaan baru hingga sembilan bulan 2023 mencapai Rp 14,45 triliun naik 5,3% YoY, dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 13,72 triliun.

Adapun total aset perusahaan meningkat sebesar 20,8% YoY menjadi Rp 24,16 triliun, sementara di periode yang sama tahun sebelumnya tercatat sebesar Rp 20 triliun.

Baca Juga: FIF Catatkan Pembiayaan Sepeda Motor Capai Rp 22 Triliun Hingga Oktober 2023

Total pendapatan BFIN juga terpantau meningkat di sembilan bulan 2023 sebesar 23,9% YoY menjadi Rp 4,76 triliun, sementara periode yang sama tahun sebelumnya Rp 3,84 triliun.

Dari sisi rasio kredit macet alias non performing finance (NPF) BFIN, berada di level 2,02% per sembilan bulan 2023. Namun, hingga Oktober ini NPF BFIN tercatat turun menjadi 1,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi