KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif, ditopang oleh kontribusi kuat dari perusahaan anak. Strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan perseroan mulai memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan laba secara konsolidasi. Hingga akhir Maret 2026, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun, meningkat 13,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total capaian tersebut, sekitar 24,89% disumbang oleh kinerja sepuluh perusahaan anak yang dimiliki BRI.
Baca Juga: Porsi Kredit BRI pada Kuartal I-2026 Tetap Didominasi Segmen UMKM Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu, menegaskan bahwa peran anak usaha semakin krusial dalam menopang kinerja perusahaan. “Ini menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis melalui anak usaha semakin memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap kinerja konsolidasi perseroan,” ujarnya. Tak hanya dari sisi kontribusi laba, pertumbuhan anak usaha juga terlihat dari ekspansi bisnis yang terus meluas di berbagai sektor.
Saat ini, BRI memiliki sepuluh entitas anak yang bergerak di berbagai lini, mulai dari pembiayaan, asuransi, sekuritas, hingga pemberdayaan ultra mikro. Di antara anak usaha tersebut, Pegadaian mencatat lonjakan kinerja paling mencolok dengan laba mencapai Rp 8,4 triliun atau tumbuh 244% secara tahunan. Sementara itu, Permodalan Nasional Madani (PNM) juga menunjukkan kinerja solid dengan laba sebesar Rp 1,1 triliun, naik 35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Pendapatan US$ 116,56 Juta pada Kuartal I-2026 BRI menegaskan akan terus memperkuat peran perusahaan anak sebagai bagian dari strategi transformasi grup. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus memperkuat daya saing bisnis secara keseluruhan. “BRI terus mendorong sumber pendapatan dan pertumbuhan baru melalui penguatan perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group,” kata Viviana. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News